LENSAINDONESIA.COM: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi mengatakan, Pemerintah sejak 2005 sudah mengalokasikan dana Rp 2,3 triliun, untuk merehabilitasi 1.568 unit pasar. Pemerintah, katanya, juga mendorong pasar-pasar yang ada menjadi ideal.

“Pasar moderen tumbuh 31,4 persen, dan pasar rakyat minus 8,1 persen,” ujar Bayu dalam Diskusi Forum Wartawan Perdagangan (Forward) bertajuk ‘Mencari Bentuk Ideal Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Pembangunan Pasar Tradisional’, di Kantor Kemendag, Jakarta, Senin (23/4).

Dari pertumbuhan itu, menurut mantan wakil menteri pertanian, pasar rakyat di Indonesia hingga kini berjumlah 10 ribu. Sedangkan pasar swasta sudah melebihi total pasar tradisioanal, yakni 14 ribu.

“Kita berada di titik yang menentukan. Apa kita mau biarkan pasar domestik berkurang, apa gimana?” kata Bayu.

Kriteria pasar ideal, jelasnya, harus sehat, bersih, dan tidak membahayakan konsumen. Pasar juga harus tertib hukum. Artinya, tertib ukur dalam hal memakai timbangan misalnya.

Kriteria selanjutnya, pasar harus mempromosikan dan betul-betul maksimal memberikan ruang bagi produk-produk petani dan produk nasional.

Perkembangan pasar (retail) modern sejauh ini mencapai 31,4 persen. Sedangkan pertumbuhan pasar tradisional atau rakyat malah minus 8,1 persen.

Menurut walikota malang Peni Suparto yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan bahwa kalau dibandingkan dengan mal atau pasar modern, pasar tradisional sangat strategis dalam rangka kesejahteraan rakyat karena pelaku pasar rakyat adalah keseluruhan dari rakyat mulai dari rakyat ekonomi bawah sampai tingkat ekonomi atas. Sedangkan pasar modern itu selalu pemegang anggaran yang sangat besar.

Kota Malang saat ini, jumlah penduduk yang mesti dilayani oleh pasar itu keseluruhannya 897.211 jiwa yang itu warga masyarakat asli dan pendatang, karena malang itu kota pendidikan yg jumlahnya itu 300 ribu mahasiswa.
Sehingga, kalau dihitung tiap-tiap mahasiswa yg membawa uang dari rumah utk tiap bulannya itu 1,5 juta maka dari sektor mahasiswa saja di kota malang itu uang yg berputar jumlahnya 450 miliar. hal inilah yang mendukung perputaran ekonomi real sehingga pertumbuhan ekonomi di kota malang ini tinggi yaitu 6,67 persen.

Mengenai pembangunan pasar rakyat tadi itu, pasar yg dikelola langsung oleh rakyat itu ada empat pasar yaitu, pasar krempyeng di Bandulan, Karang Besuki Purwantoro, dan Blimbing. Artinya, pasar krempyeng itu tidak dikelola oleh Pemda maupun oleh pemerintah pusat.

Pemerintah tidak mungkin bisa membangun pasar rakyat menjadi pasar yang betul-betul bisa ideal seperti yang diinginkan. Saya tidak yakin, karena apa, kalau memang ingin membangun pasar yg betul-betul ideal itu, tidak cukup dengan uang hanya 5-6 miliar. Karena kami membangun 3 pasar tradisional seperti Blimbing, Dinoyo dan Gadang, itu minimal 250 miliar setiap pasar. Bahkan pasar Gadang itu bakal menelan biaya lebih dari 300 miliar.@hidayat