LENSAINDONESIA.COM: PT Petrokimia Gresik (PKG) makin gencar melakukan sosialisasi program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di berbagai daerah di Indonesia.

Kali ini, PKG mensosialisasikan program yang diamanahkan pemerintah pusat kepada warga DIY.

Dalam sosialisasi PKG kepada petani DIY, diberikan penjelasan mengenai produk pertanian dari PKG sekaligus memberikan edukasi petani tentang penerapan pemupukan berimbang. Luas areal pertanian yang mencapai 56.000 hektar di DIY ini dianggap sebagai lahan yang cukup potensial menjadi sasaran program dan pendukung P2BN.

Sekretaris Perusahaan, Ilham Setiabudi, menyatakan, salah satu upaya sosialisasi tersebut melalui temu wicara di lapangan yang dikemas dalam bentuk non formal atau lesehan yang melibatkan petani, pelaku distribusi, mitra produksi Pupuk Petroganik, para penyuluh pertanian dan petugas teknis terkait, dengan Bapak Wakil Gubernur DIY dan Dirut PKG. Disebutkan, pada 26 April 2012, hasil panen di lokasi panen raya berdasarkan estimasi lapangan diperkirakan mencapai 7 – 7,5 ton GKP per hektar.

“Hasil panen ini telah mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan hasil panen yang biasa didapatkan petani yang berkisar antara 5 – 6 ton GKP/ha. Hasil panen di lokasi ini dapat menunjukkan keunggulan penggunaan PHONSKA dan Petroganik produksi dari PKG sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut disebutkan, sosialisasi ini merupakan amanat pemerintah untuk mendistribusikan dan menyalurkan pupuk bersubsidi ZA, SP-36, PHONSKA dan Petroganik serta berperan secara aktif dalam menyukseskan P2BN. Olehnya, PKG menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi pada musim tanam April ini di DIY sebanyak 5.800 ton pupuk bersubsidi.

“Kebutuhan pupuk bersubsidi tahun 2012 dan musim tanam April- Agustus 2012 secara nasional dapat dipenuhi sesuai dengan rencana kebutuhan dari Peraturan Menteri Pertanian. Karena kebutuhan pupuk ini juga untuk mendukung adanya program pemerintah dalam swasembada pangan dan surplus beras 10 Juta ton pada tahun 2015,” lanjutnya. @panji