LENSAINDONESIA.COM: Sabtu (28/4/2012) menjadi hari paling romantis bagi Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ibu Nafsiah Dahlan. Menteri yang khas dengan sepatu kets dan kemeja putihnya ini berada dalam Kereta Api Ekonomi Matarmaja menuju Indramayu.

Kunjungan Dahlan ke Indramayu kali ini bukan hanya sekedar bernostalgia. Namun, meninjau budidaya rumput laut, panen rumput laut dan berdialog dengan petani rumput laut.

Hal itu disampaikan Humas Protokoler Kementerian BUMN Fisal Halimi kepada LICOM. “Terakhir, nanti Pak Dahlan bersama Ibu Nafsiah Dahlan juga bermalam di rumah salah satu petani rumput laut,” terangnya.

Saat ditanya bagaimana rasanya naik kereta ekonomi sejak siang hari, Dahlan menjawab santai pada LICOM melalui Faisal. “Biasa saja rasanya. Sudah sejak dulu saya naik kereta ekonomi. Bahkan, saat menjadi Dirut PLN pun saya juga biasa seperti ini. Jadi, ini bukan dibuat-buat memang,” jelas Dahlan melalui Faisal.

Lanjut Faisal, meski matahari sangat terik dan panas, Dahlan tampak santai dan biasa. Bahkan, banyak sekali penumpang di gerbongnya yang meminta foto dengan Dahlan hingga suasana menjadi heboh.

“Wah, orang-orang pada seneng satu kereta sama Pak Menteri,” kata Faisal.

“Ada mahasiswa STIMAR AMI Pulomas namanya Andika mbak, mereka tujuan Malang. Juga ibu-ibu yang tujuannya Blitar. Mereka bilang inilah pejabat yang sebenarnya. Nggak milih-milih kendaraan dan sangat merakyat, gitu kata mereka tadi,” papar Faisal.

Meskipun diatas kereta ekonomi yang panas, Dahlan bersama sang istri tampak mesra layaknya orang pacaran. Hal ini, menurut Faisal, lantaran Dahlan Iskan selama ini jarang bertemu sang istri akibat kesibukannya. Bahkan, di sela-sela makan bersama mereka sempat bercanda dan tertawa.

Lucunya lagi, bukan makanan ala hotel atau roti yang dibawa sebagai bekal oleh Nafsiah Dahlan. Melainkan singkong kukus dari Papua yang direbus sendiri olehnya.

“Ini bekalnya singkong rebusan Ibu Dahlan sendiri. Saking enaknya Pak Dahlan bilang, ini satu untuk dua orang kan dikirimnya jauh sekali,” tandasnya. @aini