LENSAINDONESIA.COM: Ditemukannya Flight Data Recorder (FDR) pasca kecelakaan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di di Gunung Salak, Jawa Barat, makin menggenapi proses penyelidikan jatuhnya pesawat het komersil buatan Rusia itu.

Penemuan FDR ini sekaligus melengkapi bagian kotak hitam lain yang sudah ditemukan, CVR (Cockpit Voice Recorder) yang sudah ditemukan. Flight Data Recorder (FDR) adalah bagian dari blackbox pesawat tersebut ditemukan pada Rabu (30/5/12) siang kemarin. Benda penting tersebut ditemukan oleh masyarakat sekitar yang diketahui bernama Dudu dan sembilan orang rekannya yang diberikan izin untuk turut melakukan pencarian, di bawah urugan tanah, di sekitar tanah yang berjarak sekitar 30 meter dari ekor pesawat.

FDR ditemukan dalam keadaan terbali, dan diperlukan penggalian di sekitar serpihan badan pesawat. Hal di utarakan Danrem 061 Suryakencana, Kolonel Infanteri AM Putranto, saat menggelar konferensi pers di Terminal Kedatangan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Kamis (31/5).

“Ditemukan kemarin siang, dan dilaporkan pada malam hari sekitar pukul 21.00 wib. Ini proses yang sulit dan

melelahkan, karena posisinya berada tepat di bawah ekor, dengan jarak sekitar 30 meter. Beruntung sekali

masyaarakat telah kita bekali beberapa foto Black Box atau FDR,” kata Danrem 061 Suryakencana

Dikatakan Putranto, meski FDR telah ditemukan, kawasan tempat jatuhnya pesawat masih tertutup untuk masyarakat

sekitar. Hanya masyarakat yang akan berziarah ke makam yang berada di sekitar lokasi saja yang diizinkan untuk

masuk.

”Hal ini untuk mengantisipasi agar masyarakat tidak mengambil barang atau bagian dari pesawat,” ujarnya.

Sementara itu Chief Designer pesawat Sukhoi Superjet 100 Vladimir Lavrov menyatakan FDR ini dibuat pada tahun

2009. Dikatakan, pihaknya akan membantu KNKT sesuai yang dibutuhkan untuk menganalisis FDR ini.

“Saya konfirmasi benar ini FDR Sukhoi. Kami memberikan bantuan yang diperlukan dalam rangka penyidikan.

Pemimpin investigasi adalah KNKT, kami hanyalah membantu saja,” kata Vladimir. @winarko