LENSAINDONESIA.COM: Menanggapi mandat presiden SBY, Rabu (30/05/12)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengundang para gubernur Kalimantan Selatan, wakil gubernur Kalimantan Barat, gubernur Kalimantan Tengah, dan perwakilan ketua Bapeda Kalimantan Timur untuk menyetujui penambahan pasokan bahan bakar minyak non subsidi.

Penekenan kesepakatan yang digelar di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta ini berisi BBM yang bersubsidi yang dibagi kemarin untuk kawasan Kalimantan sekitar 40 juta kiloliter.

“Ada 2,5 juta KL yang masih dibintangi. Kemarin 2,5 juta KL sudah kita gelontorkan dan nantinya sisa BBM subsidi tersebut sebagian diberikan untuk Kalimantan,” tegas Jero pada Rabu (30/5).

Terkait permintaan tambahan pasokan kuota BBM subsidi dari 40 juta KL sampai saat ini, pihak Kementerian ESDM belum diajukan ke DPR lantaran dianggap memerlukan waktu untuk mekanisme dan persetujuan.

Pokok kesepakatan pemerintah pusat dengan empat gubernur kalimantan dan Dirut Pertamina untuk pasokan BBM di kawasan Kalimantan didasarkan atas pertimbangan pertumbuhan ekonomi yang baik sekitar 6-8 persen dan tumbuhnya peningkatan kendaraan 15-30 persen.

“Kami berharap agar masyarakat kita di Kalimantan, bagaimana pemerintah pusat,” ujar Rudy Ariffin, Gubernur Kalimantan Selatan. @lysistrata