LENSAINDONESIA.COM: Kepala Subdit Narkoba III AKBP Tony Surya Saputra, mengatakan sangat sulit untuk membersihkan Kampung Ambon (Kompleks Perumahan Permata, Cengkareng, Jakarta Barat) dari cengkeraman peredaran dan perdagangan narkoba yang sudah banyak diketahui masyarakat luas. Kampung Ambon hingga kini tetap lekat dijuluki surga pemakai, dan kawasan itu juga diketahui sebagai tempat bebas memakai, menggunakan dan mambawa Narkotik dan Obat-obatan terlarang lainnya.

Untuk penertiban diperlukan peran serius dari pemerintah daerah dan pusat. Selain itu untuk membantu penertiban di Kampung Ambon, aparat kepolisian juga mendesak aparat institusi terkait seperti bea dan cukai untuk mempersulit akses masuk narkoba ke Indonesia. Tak hanya itu saja, peran serta warga Kampung Ambon juga diperlukan.

Aparat Polda Metro Jaya mengakui kesulitan menertibkan peredaran narkoba di Kampung Ambon yang berada di kawasan Cengkareng Jakarta, penyidik mengusulkan agar memindahkan warga yang bermukim di kawasan Kampung Ambon secara permanen.

“Jalan satu-satunya, Kampung Ambon harus dipindahkan. Laksana pohon pisang, semakin di tebas semakin bertunas,”

terang AKBP Tony Surya S kepada LICOM di Gedung Polda Metro Jaya, Jakarta pada Kamis (31/5).

Banyak yang mengatakan, ungkap Tony, bagi warga disana sudah lumrah kedapatan hingga terpergok membawa, menyimpan, dan menggunakan narkoba meski aparat kepolisian, TNI dan pemerintah daerah setempat berkali-kali menertibkan peredaran narkoba dikawasan komplek perumahan itu.

Sekedar mengetahui, pada semester pertama pada tahun ini, penyidik Polda Metro Jaya setidaknya sudah berhasil menangkap sejumlah 300 tersangka. Tak hanya itu saja, aparat kepolisian juga berhasil menyita narkoba dalam jumlah ‘jumbo’. Saat ditanyakan detil jumlah tangkapan yang didapat, Toni tidak menjelaskan secara detil karena ia merasa keberatan membeberkan data temuan tangkapan bandar narkoba. Selain itu, pada radius sat ukilometer dari pemukiman, sejumlah bandar besar narkoba yang ‘berjualan’ di Kampung Ambon sudah memasang mata-mata yang terhitung sangat loyal.

“Kurang lebih 300 orang untuk semester pertama, untuk ganja saja jumlahnya 400 kilo,” pungkasnya. @aligarut