LENSAINDONESIA.COM: Guna mendukung pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia, PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) menandatangani Perjanjian Kerjasama (PKS) Pengembangan dan Inkubasi Bisnis bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dengan 18 tenants (komunitas dan perusahaan pengembang perangkat lunak) Bandung Digital Valley.

Inkubasi ini merupakan angkatan pertama dari Bandung Digital Valley, selain itu pada saat yang sama dilakukan juga penandatanganan PKS Pengembangan dan Inkubasi Bisnis untuk 3 peserta Indigo Venture 2012.

Kick off program inkubasi dilaksanakan oleh Direktur Utama Telkom, Arief Yahya. “Melalui program inkubasi dan Indigo Venture 2012 ini, Bandung Digital Valley khususnya dan industri kreatif digital Indonesia telah melakukan langkah strategis dalam membangun industri kreatif di Indonesia yang lebih bergairah,” ujar Arief Yahya.

Bandung Digital Valley akan memberikan edukasi dan advokasi bagi seluruh pengembang, baik kompetensi teknis maupun kompetensi bisnis sehingga setiap pengembang aplikasi dapat mengkomersialisasikan hasil inovasinya secara terencana dan tepat sasaran.

Selanjutnya, Arif Yahya, juga mengajak semua pihak untuk mendukung program inkubasi untuk angkatan selanjutnya dengan harapan agar progam ini dapat berkelanjutan dan menumbuhkembangkan industri kreatif digital nasional.

Ruang lingkup kerjasama tersebut mencakup pengembangan dan inkubasi bisnis dengan memanfaatkan fasilitas yang ada pada Bandung Digital Valley sebagai pendukung pengembangan bisnis yang meliputi: Kegiatan pelatihan bisnis dan pelatihan teknik; kegiatan pendampingan bisnis; fasilitas tempat kerja, workshop; fasilitas peralatan pendukung (server & gadget); fasilitas Internet, fax dan telepon; fasilitas ruangan rapat; fasilitas ruangan pelatihan; kegiatan matchmaking kepada pasar (pengguna produk) dan kegiatan matchmaking kepada pemodal.

Penandatanganan PKS ini dilakukan oleh Joddy Hernady selaku Senior General Manager TELKOM R & D Center dan disaksikan oleh Dirut Telkom serta Direktur IT Solution & Strategic Portfolio. Kerjasama ini merupakan angkatan pertama yang akan berjalan sekitar 6 (enam) bulan.

Kedelapan belas komunitas dan pengembang perangkat lunak tersebut sebagai berikut: 1) Aegis Labs, 2) PT. Sinergi Multi Cipta, 3) Beenary Lab, 4) CV. Cool Laboratory, 5) Digital Happines, 6) Educative Games, 7) Game Tag Studio, 8) iTrace, 9) Mars Studio, 10) Media Ajar Studio, 11) NewBee Corp, 12) PesanLapang.com, 13) PT. Satuklik Informatika Nusantara, 14) Ulin Gameworks, 15) PT. Bara Praja Indonesia, 16) PT Kojo Anima, 17) CV. Tarie Multimedia Solusindo dan 18) Komunitas 3D Animasi.

Sedangkan peserta Indigo Venture 2012 adalah; 1) Majapahit online, 2) SKACI, 3) The Adventures of Wanara.

Arief Yahya mengatakan, TELKOM memiliki komitmen mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia, salah satu upaya agar industri kreatif terus maju adalah dengan cara selalu mendorong agar lahir inovasi baru melalui sebuah ekosistem yang terintegrasi.

Kerjasama pengembangan yang ditandatangani ini diharapkan menjadi momentum awal untuk membawa Bandung Digital Valley dan para teknopreneur ke dalam sebuah ekosistem yang sehat, sinergi dan yang saling menguntungkan. “Kerjasama ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kelangsungan bisnis teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia,” lanjut Arief Yahya.

Bandung Digital Valley merupakan inisiatif TELKOM berkerjasama dengan Masyarakat Industri Kreatif TIK Indonesia (MIKTI) sebagai pengelola operasional dalam mengembangkan ekosistem yang kondusif, sehingga akan tercipta percepatan pertumbuhan information communication technology (ICT) di Indonesia.

Bandung Digital Valley sebagai suatu inkubator bisnis di sektor ICT diharapkan dapat beroperasi secara mandiri, sehingga dapat menjadi bagian yang penting dalam rantai nilai pengembangan industri kreatif digital di Indonesia.

Untuk itu, Bandung Digital Valley bersifat terbuka untuk bekerjasama dengan pihak lainnya, khususnya dalam penyelenggaraan program inkubasi dan kegiatan lain yang ditujukan untuk mengawal pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia. Meskipun berlokasi di Bandung dan menyandang nama Bandung, inkubator Bandung Digital Valley memiliki cakupan kerja nasional dan dipersiapkan sebagai hub dari pusat inkubasi bisnis ICT lainnya.LI-07