LENSAINDONESIA.COM: Data statistik yang dicatat Internet World Statistic pada akhir 2011, menunjukkan penetrasi Internet di Indonesia menempati urutan 4 setelah China, India dan Jepang dengan pengguna 40 juta atau 16% (4% di Asia) dari total populasi 245 juta.

Pada tahun 2012, survei Neilsen mengungkapkan satu dari lima orang di Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas terkoneksi dengan Internet. Namun yang menjadi keprihatinan, akses Internet ini mayoritas hanya didominasi oleh jejaring sosial, chatting dan email

Untuk itu, rendahnya penetrasi akses Broadband memicu kepedulian Telkom untuk menggelar kegiatan CSR yang berfokus pada penggunaan internet secara sehat & aman sehingga internet dapat memberi manfaat dan nilai tambah.

Penetrasi internet adalah parameter yang langsung terlihat untuk melihat keberhasilan program ini. Maka jika diharapkan oleh Pemerintah melalui Kominfo akan tercapai penetrasi broadband access sebesar 30% di akhir 2014, sudah sepatutnya program ini harus didukung oleh pelaku bisnis lain, mencontoh yang telah Telkom lakukan.

EGM Telkom Divisi Consumer Service Area Timur, Iskriono Windiarjanto mengatakan pertumbuhan akses broadband idealnya harus dipacu mengingat dengan penggunaan bandwith yang besar, maka fungsi akses Internet bisa lebih bermanfaat.

Untuk memacu pertumbuhan akses broadband, Program CSR Telkom antara lain membangun BLC (broadband learning center) sebagai salah satu media untuk membangun Indonesia Cardas dengan cara mengedukasi internet kepada masyarakat.

“Karena sifatnya yang CSR, maka fasilitas ini diletakkan di public area, di tempat yg mudah dijangkau masyarakat, yakni Taman kota.” ujarnya, usai penandatanganan Peresmian Naskah Hibah daerah oleh Telkom kepada Pemkot Surabaya, Minggu (10/6)

Iskriono menambahkan sampai dengan sekarang, jumlah BLC yang dibangun di Taman Kota Jawa Timr berkisar, dimana rata-rata per BLC terdiri dari 10-20 PC. Di Surabaya sendiri terdapat 5 BLC yang tersebar di sejumlah daerah antara lain, Urip Sumohardjo, Rusun Penjaringan, Tanah Merah, Taman Flora kebun Bibit dan Taman Prestasi,

Sarana edukasi internet broadband yang disiapkan pada BLC ini juga bertujuan memberikan pemahaman tentang penggunaan akses internet sehat.

“Jaringan akses broadband yang selama disediakan oleh Telkom bisa dipastikan aman, karena kami telah menyiapkan firewall khusus bernama nawala untuk memblokir akses situs dewasa” ujarnya

Sementara itu, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menambahkan sangat mendukung program CSR yang digelar Telkom. Pihaknya, berharap program ini dapat membantu masyarakat Surabaya dalam memudahkan akses informasi

Usai penandatangan tersebut, Walikota menyempatkan diri untuk meninjau langsung para ibu pemilik UKM yang sedang mengikuti pelatihan di BLC Taman Prestasi. Para mitra UKM Pemkot Surabaya tersebut juga tergabung dalam program Pahlawan Ekonomi,

“Saya berharap sektor UKM dapat lebih bergairah setelah mendapatkan sentuhan teknologi, sehingga lebih mudah memasarkan produk mereka” ujarnya

Selain membangun BLC sebagai wujud kepedulian utk membangun Indonesia lebih cerdas, sehari sebelumnya Telkom juga telah menyediakan server berkapasitas 500 GB untuk program Indonesia Menulis. Serve ini nanti akan digunakan untuk menampung karya-karya ilmiah dan jurnal ilmiah yang akan dipublikasikan secara online.

Bagi anak berkebutuhan khusus, Telkom juga berencana membuat sebuah program dengan nama i-Chat (I Can Hear and Talk). I-Chat ini berupa alat bantu dengar yang akan didistribusikan ke beberapa SLB yang telah disurvey oleh unit Community Development Center (CDC) Telkom.LI-07