LENSAINDONESIA.COM: Buntut kaburnya Ari Nuriyanti, napi Medaeng dalam kasus pencurian pekan lalu, akhirnya Kepala Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng (Rutan Medaeng) Agus Irianto diperiksa Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementrian Hukum dan HAM Jawa Timur. Selain Karutan, pihak Kanwil Kum Ham juga memeriksa dua pejabat rutan lainnya. Yakni, Kasi Pelayanan Tahanan Teguh Hartaya dan KP Utama Rutan Medaeng.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Jatim, Djoko Hikmahadi mengatakan, pemeriksaan dilakukan sebatas mengklarifikasi kronologis kaburnya napi Ari. “ Kita klarifikasi saja bagaimana kejadian tersebut. Apakah para pejabat tersebut sudah memerintahkan untuk melakukan pengamanan sesuai prosedur atau tidak,” jelas Djoko, Selasa (12/6/12).

Sesuai keterangan Karutan Agus, ungkap Djoko, bahwa orang nomor satu di Medaeng itu sudah memerintahkan bawahannya untuk melaksanakan pengamanan sesuai standar opersional prosedur (SOP). “SOP tersebut apakah dilaksanakan anak buahnya ataukah tidak, itu masih kita klarifikasi lagi,” terang Djoko. Tapi, yang pasti jika tidak teledor atau ceronboh, kemungkinan tidak akan terjadi ada napi perempuan kabur.

Kendati begitu, lanjut Djoko, pengakuan Karutan masih akan didalami dengan cara kroscek dengan pengakuan petugas jaga di lapangan. “Kalau tidak terkoordinasi, akan kita dalami apa sebabnya,” tambah Djoko.

Djoko tidak bersedia membeberkan hasil pemeriksaan terhadap Karutan Agus. Dia berdalih belum bisa menilai ada tidaknya unsur kelalaian pada kaburnya napi Ari tersebut. “Bagaimana pun hasil pemeriksaan harus dikonsultasikan dulu dengan Kakanwil,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, napi kasus pencurian, Ari Nuryanti kabur dari dalam Rutan Medaeng pada Sabtu (9/6) lalu. Dia kabur saat jam besuk berlangsung dengan memanfaatkan bantuan temannya yang juga mantan napi, Maya Rosiana. Ari kabur dengan menyaru menjadi pembesuk, setelah mengganti baju tahanan yang dipakainya dengan baju kiriman Maya, pada pukul 14.35 siang. Kendati aksi kabur Ari tersebut terekam jelas di CCTV, dia lolos dari pengawasan. @and