LENSAINDONESIA.COM: SAP, perusahaan aplikasi bisnis terkemuka di dunia, dalam merayakan ulang tahunnya ke 40 mengadakan Forum SAP yang dimulai di Indonesia dan selanjutnya dilaksanakan di negar-negara Asia Tenggara lainnya yakni Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura dan Vietnam.

Menekankan pada solusi SAP mobility, in-memori, dan cloud, forum ini dibawakan dalam studi kasus kehidupan nyata mengenai bagaimana SAP dapat membantu bisnis berjalan seperti tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Tim Moylan, Presiden SAP Asia Tenggara mengatakan Forum SAP ditujukan pada dialog-dialog pembinaan antara pemikiran para pemimpin, pelanggan yang sudah ada dan potensial pelanggan, rekan-rekan, dan anggota lainnya dari ekosistem SAP. Forum SAP terdiri dari beberapa sesi dan demo yang berfokus pada gelombang baru dari inovasi, pembentukan nilai-nilai, dan memperdalam pengetahuan para pelanggan.

“SAP dimulai oleh lima orang di Jerman, namun kini mempekerjakan 55.000 orang di lebih 50 negara dengan melayani 183.000 pelanggan di seluruh dunia. Di Asia Tenggara, SAP melayani 4.000 pelanggan terdiri dari perusahaan besar dan usaha kecil menengah (UKM),” kata Tim Moylan kepada Licom di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Rabu (12/6/12) kemarin.

Tim mengataan, aplikasi bisnis SAP memungkinkan organisasi berjalan lebih baik dan lebih cepat. Akuisisi terbaru dengan SuccessFactors memberikan dorongan untuk manajemen sumber daya manusia dengan penyederhanaan proses sumber daya melalui cloud. Akuisisi SAP terbaru lainnya, Ariba, penyedia solusi perdagangan bisnis kolaboratif terkemuka yang juga melebarkan proses perdagangan bisnis perusahaan ke cloud.

Sementara itu, Singgih Wandoyo selaku Managing Director SAP Indonesia menambahkan di Indonesia terdapat 800 pelanggan dengan menggandeng 73 partner yang mendukung sukses bisnis SAP di Indonesia. Pada kuartal I dan II tahun 2012 ini SAP di Indonesia masih interst di cloud, terutama dalam pengolahan data agar jauh lebih cepat diketahui hasilnya dalam hitungan detik secara mendetail.

“Pangsa pasar di Indonesia mulai dari perusahaan besar, korporat, ukm, retail, perbankan, hingga bisnis intelijen,” ungkap Singgih. @rudi