LENSAINDONESIA.COM: Setelah dituntut 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Pasar Gayungsari, mantan Direktur Keuangan (Dirkeu) PD Pasar Surya, Soesantyo ‘nyokot’ dua direksi lainnya yang kini masih menjabat. Masing-masing Direktur Teknik, Dwi Hari dan Direktur Pembinaan Pedagang, Marbawani S Binudhi, untuk ikut bertanggungjawab.

Soesantyo merasa ada konspirasi yang bertujuan mengorbankan dirinya menjadikan tumbal, sehingga dirinya dituding bertanggungjawab masalah ini seorang diri. “Saya tidak mengetahui siapa aktor intelektualnya. Saya hanya dipaksa tanda tangan pertanggungjawaban hibah Pasar Gayungsari oleh direktur utama dan direktur keuangan. Saya tidak ikhlas lahir batin ikut menanggung beban yang harusnya ditanggung banyak orang,” ujarnya dalam sidang pembelaan (pledoi) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Selasa (26/6).

Soesantyo mengaku program pencairan dana hibah Pasar Gayungsari itu melalui persetujuan Direktur Utama, Sucipto (terdakwa lain) dan dua direksi lain. “Saya ini cuma menjalankan perintah atasan dan kawan-kawan direksi,” cetusnya membela diri.

Dalam pledoinya, Soesantyo juga menyerang Sucipto. Menurutnya, adalah hal yang tak wajar mendapati pengakuan Sucipto dalam sidang yang membebankan kesalahan padanya. “Jika ada keberhasilan, Pak Dirut tampil. Namun jika ada masalah yang kena justru anak buahnya,” elaknya.

Pada kesempatan itu, Soesantyo juga membantah pencairan hibah Pasar Gayungsari itu menguntungkan dirinya secara pribadi karena tidak ada uang perusahaan yang dinikmatinya. Dia berdalih seluruh uang yang dicairkan digunakan perusahaan. “Saya persilahkan dua rekening saya di BCA dan Bank Mandiri untuk dibuka. Saya minta secara transparan,” katanya.

Karena merasa tidak menggunakan dana tersebut untuk keperluan pribadi, Soesantyo juga menolak mengembalikan dana Rp 2,5 miliar yang sudah dicairkan itu.@andiono