LENSAINDONESIA.COM: Menjawab sidang gugatan dari delapan tergugat kasus dugaan rekayasa lelang Bank Bukopin atas rumah yang ditempati Erwin Leonard Silitonga (37), warga Perum Sakura Regensi F 10 Surabaya, Senin (02/07) berlangsung sangat singkat di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Erwin Leonard Silitonga menyatakan proses take over di bawah tangan antara para penggugat telah diketahui tergugat yang diwakili Budi Prijandoko selaku staff tergugat III yakni, Bank Bukopin Surabaya.

Untuk itu, setelah terjadi proses lelang disebut tergugat III Bank Bukopin Surabya, Erwin membeberkan bahwa tergugat III yang diwakili Budi Prijandoko tidak pernah lagi berhubungan dengan penggugat I, Romie Rifky.

“Bahkan, tergugat III, Bank Bukopin Surabaya, sering berkomunikasi melalui telepon dan SMS kepada saya. Pasalnya, untuk segera menemui Badan Penyelesaian Kredit Bank Bukopin Surabaya untuk membahas penyelesaian kredit atas nama penggugat I, Romie rifky.

Selain itu, lanjut Budi Prijandoko, juga telah menerima BG No. 602138 dan BG No. 602133 sebesar Rp 5.200.000,-(lima juta dua ratus ribu rupiah) untuk membayar angsuran KPR atas nama penggugat I, Romie Rifky.

Selanjutnya dalam jawaban replik yang diajukan penggugat II, Erwin Leonard Silitonga, tergugat IV yakni KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) menyatakan bahwa sesuai pasal 16 ayat (2) Peraturan Menteri Keuangan nomor 93/PMK.06/2010 23 APRIL 2010 tentang petunjuk pelaksanaan lelang telah dijelaskan.

“Penjual/Pemilik Lelang Barang bertanggung jawab terhadap gugatan perdata maupun pidana yang timbul akibat tidak dipenuhinya peraturan perundang-undangan dibidang lelang,” ujarnya.

Dan ayat (3) menerangkan Penjual/Pemilik barang bertanggung jawab atas tuntutan ganti rugi terhadap kerugian yang timbul karana ketidakabsahan barang dan dokumen persyaratan lelang.

Artinya, menurut Erwin ini sudah jelas bahwa tergugat III, Bank Bukopin, saat ini terpojok dengan jawaban Tergugat IV, KPKNL.

Sementara Kuasa Hukum Erwin, Soehirman menambahkan, seharusnya jawaban pihak tergugat IV dan tergugat II, Badan Pertanahan Nasional (BPN), diserahkan dalam sidang minggu lalu, akan tetapi jawaban baru diserahkan ke pihak majelis hakim pada sidang hari ini.

“Semua khan sudah jelas, jika Replik adalah tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap isi dari Eksepsi terdakwa/penasehat hukum terdakwa. Maka sidang minggu depan adalah Duplik yakni tanggapan dari terdakwa atau penasehat hukum terdakwa terhadap isi dari dakwaan,” tandasnya.@Jey