LENSAINDONESIA.COM: Beragam cara dilakukan untuk mengkapampanyekan penggunaan kondom untuk mencegah penularan HIV/AIDS . Mulai dari penyaluran melalui kondom outlet, mesin ATM kondom, kafe hingga warung-warung disekitar lokalisasi.

Namun ada cara unik untuk memudahkan masyarakat mendapakan kondom, yaitu diedarkan melalui pedagang sayur keliling. Hal itulah yang dilakukan  Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kediri.

Penyaluran kondom melalui pedagang sayur keliling ini banyak didapati di sekitar kawasan wisata Gunung Kelud.

Sekretaris KPAD Kabupaten Kediri Nur Munawaroh mengatakan, penyaluran kondom melalui Lijo (pedagang sayur keliling) dilakukan, sebab banyak pengunjung wisata di Gunung Kelud terutama kalangan pemuda sering menanyakan tempat penjualan kondom.

“Selama ini pengunjung wisata di sana bingung kalau cari kondom, Mungkin ini salah satu cara mudah untuk memenuhi kebutuhan kondom dan penanggulagan HIV/AIDS,” terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan kondom bagi pedagang sayur keliling, lanjut Nur, sejak Pebruari lalu, pihaknya mensuplai  1 gros atau setara 144 biji kondom.

Nur manambahkan, guna mendistribusikan kondom, pihaknya telah memiliki 188 188 outlet tersebar di Kabupaten Kediri, antara lain di kafe, lokalisasi, RSUD, Puskesmas serta pelaku potensial penularan HIV/AIDS yakni para waria, Gay dan WTS.

Sementara untuk memenuhi pasokan pada 188 outlet, dalam triwulan terakhir telah didistribusikan 50 ribu kondom, dan telah terserap 65 persen. Kondom yang bersifat bantuan tersebut, outlet berhak menjual senilai   Rp 500 per biji.*L13/andhika