LENSAINDONESIA.COM: Untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas dan pelecehan seksual terhadap perempuan di dalam angkutan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mendukung adanya pengoperasian angkutan umum bus kota khusus perempuan.

Kepala seksi (Kasi) Tata Laksana Niaga Angkutan bus kota Surabaya, Susito menyampaikan, sebanyak enam unit bus DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) dioperasikan mengangkut penumpang khusus perempuan hari ini, Senin (2/6).

Ia mengatakan, untuk pemberangkatan bus perempuan terbagi dua jadwal, yakni jam pagi sekitar pukul 06.00-07.30, 06.30-08.00, 07.00-08.30 wib, sedangkan jam sore pada pukul 16.00-17.30, 16.30-18.00, 17.00-18.30 dengan jurusan Purabaya-Raya Darmo dan Tanjung Perak Surabaya.

“Saat ini, dari enam armada bus yang dioperasikan masih tersedia tiga kondektur wanita untuk melayani penumpang khusus perempuan. Selain itu, untuk sopir perempuan masih dalam pembicaraan. Sedangkan untuk tarif dikenakan Rp 4000 per orang, dan bagi penumpang yang membawa anak usia dibawah 12 tahun saat ini masih dibebaskan alias gratis untuk promosi,” terangnya saat ditemui di Terminal Purabaya (Bungurasih).

Jumlah bus khusus perempuan, sebutnya diambilkan jatah dari bus reguler kota yang baru. Tujuannya untuk melihat antusias penumpang dulu, serta banyaknya minat terhadap bus layanan khusus perempuan ini.

Sementara untuk mendapat tiket bus wanita, imbuhnya bisa didapat diatas bus jika sudah berada didalamnya. Selain itu, kontribusi tiket untuk menambah penumpang juga didistribusikan kepada penumpang bus angkutan khusus bandara saat ini.

“Bus khusus perempuan terbagi tiga pilihan seperti 44 kursi, 48 kursi 2 seat dan isi 59 terdiri dari 2 hingga 3 seat (tempat duduk),” ujarnya.

Menurut Susito, memang untuk saat ini masih belum ada halte khusus perempuan untuk antrian penumpang di jalan. Sehingga, penumpang perempuan bisa menggunakan halte bus umum yang sudah ada.@Jey