Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Hasil survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC) dan Lembaga Survei Indonesia (LSI) menempatkan popularitas calon presiden (capres) Partai Golkar Aburzal Bakrie alias Ical dalam tingkat rendah.

Popularitas Ical hanya mencapai 4,4 persen. Ini jauh panggang dari api, ketika Ical bernafsu menduduki kursi RI-1, popularitasnya malah semakin rendah.

Kendati hasil survei menyatakan demkian, namun petinggi Partai Golkar tak bergeming. Mereka tidak terlalu khawatir. Apalagi Aburizal Bakrie terus berkeliling ke semua daerah di seluruh Indonesia, dan mesin Golkar juga terus bergerak.

“Kata kuncinya satu, harus solid karena ini pekerjaan politik. Jadi soliditas dengan melakukan kerja-kerja politik bersama sebagaimana meningkatkan popularitas Ketum dengan berbagai macam persoalan yang merupakan tantangan bagi kita,” Ketua DPP Partai Golkar Yoris Raweyai kepada wartawan, Minggu (8/7/2012).

Menggapi optimisme Golkar terhadap Capresnya, pengamat politik AS Hikam menyatakan, Yories Raweyai atau siapapun elit Golkar boleh berteriak seolah-olah ‘pede’ bisa mengangkat popularitas Ical, tetapi kenyataan lapangan tidak jauh dari apa yang ditemukan oleh survei demi survei.

“Elektabilitas Ical akan selalu di ujung bawah dibanding deng tokoh lain. Boro-boro mau menyalip Prabowo atau Mega,” kata bekas Menristek era Gus Dur ini dalam situs jejaring sosialnya, hari ini.

Hikam berpendapat, bahwa Partai Golkar telah alah memilih capres.

“Kalau Pak JK atau Akbar Tanjung hari ini resmi menjadi Caprespun, keduanya pasti akan mengungguli Ical,” ujar dia.*ari