LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjamin jumlah kebutuhan pokok menjelang puasa dan lebaran tahun 2012 dalam keadaan aman. Hanya saja, keadaan aman itu tak dibarengi dengan harga kebutuhan pokok yang stabil. Buktinya, untuk komoditi daging ayam dan sapi terjadi kenaikan hampir Rp 10.000.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Gunaryo menjelaskan, kenaikan harga komoditas daging ayam dan sapi ini dikarenakan terjadinya lonjakan permintaan terhadap daging sapi dan ayam. “Keadaan seperti ini rutin terjadi ketika menghadapi puasa dan lebaran,” katanya seusai rapat koordinasi terkait bahan kebutuhan pokok di Jakarta, Senin (16/7/12).

Gunaryo menjelaskan, harga untuk daging sayam menjelang puasa dan lebaran ini mencapai Rp 24.000- Rp 26.000. “Terjadi kenaikan dari harga sebelumnya yakni sekitar Rp 18.000-Rp 19.000,” ucapnya.

Untuk daging sapi, Gunaryo juga menjelaskan telah terjadi kenaikan yang cukup tinggi yang diakibatkan dari tingginya permintaan. Sehingga, untuk daging sapi saat ini harganya mencapai Rp 75.000 hingga Rp 85.000 perkilo nya. “Daging sapi naik juga dari harga biasanya yang hanya Rp 65.000 hingga Rp 70.000,” ujarnya.

Untuk beras, kata Gunaryo, tidak ada kenaikan harga menjelang puasa dan lebaran tahun ini.

Dengan keadaan yang seperti ini, Gunaryo tetap meminta masyarakat tidak panik dan pusing. Sebab, katanya, harga ini hanya berlaku sepanjang bulan puasa dan lebaran. “Sesudah lebaran biasanya sudah normal lagi,” katanya.

Ditanya mengenai solusi pemerintah supaya harga bahan pokok tak kerap naik menjelang puasa dan lebaran, Gunaryo hanya menjawab bahwa pemerintah sudah menyiapkan strategi dengan membuka pasar murah yang akan dibuka minggu depan.

“Harga di pasar murah jauh lebih murah ketimbang di pasaran. Jadi, masyarakat bisa membelinya dengan harga yang lebih murah,”tandasnya. @hidayat