Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Bisnis

Jelang Puasa dan Lebaran, Harga Kebutuhan Bahan Pokok Masih Stabil 

LENSAINDONESIA.COM: Setelah menyambangi Pasar Kramat Jati dan Pasar Santa Kebayoran Baru, Mendag Gita Wiryawan melakukan kunjungan ke Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang lebaran.

Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang merupakan pasar grosir yang beroperasi malam hari sejak pukul 18.00 Wib-06.00 Wib yang menyediakan sayur dan buah-buahan dengan kapasitas 2000 ton sekitar 10 ribu orang bertransaksi disana.

“Harga bahan kebutuhan pokok terutama beras, minyak goreng dan tepung terigu juga relatif stabil menjelang puasa dan lebaran tahun ini. Rata-rata harga beras nasional tercatat Rp 7.977/kg pasa minggu ke-3 Juli atau naik 0.59% dari minggu ke-2 Juli yang tercatat Rp 7.950/kg. Sementara itu, harga minyak goreng pada minggu ke-3 Juli sebesar Rp 11.216/kg atau turun sebesar 1,31% dari minggu sebelumnya yang seharga Rp 11.365/kg,” kata Mendag Gita Wiryawan, kepada LICOM di Tangerang, Kamis (19/07/2012).

Bahan kebutuhan pokok lainnya di tingkat nasional yang mengalami penurunan harga minggu ini dibandingkan minggu lalu adalah cabe merah keriting, telur ayam kampung, bawang merah dan daging ayam kampung. Di sisi lain, kenaikan harga di atas 2% terjadi pada daging ayam broiler sebesar 4,75% dan daging sapi sebesar 2,05%

Untuk pemantauan di Pasar Tanah Tinggi Tangerang, Mendag menemukan bahwa harga cukup stabil. Harga beras misalnya tidak mengalami perubahan sedikitpun dari minggu lalu. Beras jenis IR 64 I pada minggu ke-2 dan ke-3 Juli tercatat seharga Rp 8.000/kg, sedangkan untuk Jenis IR 64 II pada dua minggu terakhir seharga Rp 7.500/kg.

“Komoditas lainnya yang tidak mengalami perubahan harga jika dibandingkan minggu lalu adalah cabe biasa seharga Rp 13.500/kg dan bawang merah seharga Rp 6.500/kg,” ujarnya.

Baca Juga:  Segera! Sisternet bakal bikin aplikasi jualan online maksimal

Mendag juga menggarisbawahi pentingnya bagi masyarakat untuk merubah pola konsumsi dalam rangka menstabilkan harga bahan pangan. “Dengan tidak melakukan konsumsi yang berlebihan, maka masyarakat dapat membantu pemerintah untuk mengendalikan harga sekaligus menjaga kesehatannya sendiri,” jelasnya.@hidayat