Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
Buku

20 Penulis Jatim Terbitkan Fiksi Perdana 

LENSAINDONESIA.COM: Surabaya Whatever Love adalah sebuah antologi cerpen yang berisi karya dari 20 orang penulis Jatim. Kumpulan cerpen ini berhasil dibukukan melalui dobel seleksi naskah, pada sebuah grup penulis dan tim redaksi prima Pustaka sebagai penerbitnya.

Surabaya Whatever Love, mengangkat cerita bertema cinta yang menemukan ruangnya di Surabaya. Berbagai cerita berpadu cantik dengan benang merah cinta yang terjalin indah di tempat istimewa wilayah Surabaya seperti Jalan Kayun, KBS, Pantai Capucino dan lain-lain.

Selain bertema cinta, para penulis juga memperkenalkan berbagai sajian kuliner khas Surabaya seperti rawon dan tahu tek yang mampu membangkitkan rasa cinta kepada kota pahlawan ini.

Adalah buku fiksi perdana yang diterbitkan oleh Prima Pustaka, sebuah penerbitan yang memiliki perhatian terhadap dunia perbukuan dan kepenulisan di tanah air. Dengan moto menerbitkan karya bernas dari penulis handal, Prima Pustaka komitmen mengembangkan sayapnya dengan tujuan menjadi bagian dari dunia literasi dan kepenulisan Nusantara.

“Buku yang ditulis Adnan Buchori, Jacob Julian, Wahyu Siswaningrum, Verena Mumtaz, Eka Martha, Dyah Nyenk, Zahara Putri, Imung, Ernanto, Arief Budi, Ranny Setya, Aney Maysarah, Sari Wiryono, Faradina Izdihary, Niken Suyanti, Indy Ajeng, Atfa Mufida, Srikandi Darma Aloena, Neng Nunung, dan saya sendiri,” ujar salah satu penulis, Titi Surya yang juga sebagai pimpinan Prima Pustaka kepada LICOM, Senin (23/7/2012).

Disampaikan, buku ini menarik untuk dibaca oleh segala usia, mulai remaja SMA hingga dewasa. Sebab, antologi cerpen ini akan memberikan nuansa lain dalam dunia fiksi Indonesia. Fiksi yang menampilkan setting kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, menjadi kekuatan dan daya pikat tersendiri bagi buku ini.

Pimpinan Prima Pustaka, Teguh Setiawan, menyampaikan, kepedulian Prima Pustaka terhadap dunia kepenulisan dibuktikan dengan peran sertanya menandatangani Deklarasi Gerakan Nusantara Menulis dalam acara Kemah Sastra Nasional II di Cikole yang diselenggarakan Yayasan Cendol Universal Nikko. Sebuah grup kepenulisan yang berbasis moral, sosial dan nirlaba.

Baca Juga:  Sekolah asal Batu-Malang ini lantang berbicara di depan UNESCO, ada apa?

“Tidak hanya itu, para pembaca buku ini juga bisa mengikuti lomba resensi, dan lomba foto bersama buku SWL di tempat-tempat yang menjadi ikon kota masing-masing. Informasi tentang lomba dapat dilihat http://www.facebook.com/SurabayaWhateverLove,” lanjutnya.

Melalui buku ini, cinta telah menemukan ruangnya. Dipersembahkan atas nama cinta Dari Surabaya Untuk Indonesia dan Dunia.@Panji