LENSAINDONESIA.COM: Suatu saat Nabi Muhammad bertanya pada para Sahabat dan pengikutnya, “Wahai Manusia , siapakah makhluk Allah yang imannya paling menakjubkan (man a’jabul khalqi imanan)?”

Para sahabat langsung menjawab, “Malaikat … !”.

Nabi menolak jawabab para sahabat.

“Bagaimana mungkin para malaikat tidak beriman, sedangkan mereka pelaksana perintah Allah?”

Sahabat menjawab lagi, “Kalau begitu, para Nabilah yang imannya paling menakjubkan …!”.

“Bagaimana mungkin para Nabi tidak beriman, sedangkan wahyu turun kepada mereka,” sahut Rasulullah.

Untuk ketiga kalinya para sahabat mencoba untuk memberikan jawaban.

“Kalau begitu sahabat-sahabatmu ya Rasul!”.

Nabi akhir zaman ini juga menolak jawaban para sahabatnya tersebut.

“Bagaimana mungkin sahabat-sahabatku tidak beriman, sedangkan mereka menyaksikan sendiri apa yang mereka saksikan”.

Lalu Rasulullah memberikan jawaban yang di luar perkiraan para sahabat.

“Orang yang imannya paling menakjubkan adalah kaum yang akan datang sesudah kalian. Mereka beriman kepadaku walaupun mereka tidak melihatku. Mereka membenarkan aku tanpa pernah melihatku. Dam mereka amalkan apa yang ada dalam tulisan itu(Quran dan Hadits). Mereka bela aku seperti kalian membela aku. Alangkah ingin berjumpanya aku dengan ikhwanku itu,” kata Rasullullah.

“Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku,” Nabi mengucapkan kalimat ini satu kali.

Sedangkan Rasulullah mengucapkan kalimat, “Berbahagialah orang yang beriman kepadaku padahal tidak pernah melihat diriku”, diucapkan Rasul sampai tujuh kali. @tst/LI12