Advertisement

LENSAINDONESIA.COM: Masih ingat kasus Majalah Playboy yang menjerat pemimpin redaksi Erwin Arnada merasakan jeruji penjara. Saat merasakan dinginnya dinding penjara, ia tetap berkarya dengan menulis sebuah novel yang menjadi best seller berjudul “Rumah di Seribu Ombak”. Kini, novel tersebut diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama.

Seperti halnya karya yang ditulis dari dalam penjara, Erwin menulis cerita begitu kontemplatif, dramatik dan penuh ironi. Beautiful sadness, kira-kira itulah kata yang tepat untuk mendeskripsikan cerita film itu.

Bagi Erwin, Rumah di Seribu Ombak mempunyai nilai kemanusiaan yang tinggi. Selain ditulis dari penjara, juga merupakan based on true story yang dialami anak-anak di Desa Singaraja, Bali.

“Film Rumah di Seribu Ombak bertutur tentang persahabatan dua anak yang sama-sama punya trauma dan rahasia besar di masa lalu. Mereka saling membantu untuk membalikkan trauma itumenjadi keberhasilan,” ujar Erwin Arnada kepada LICOM di Epicentrum XXI, Jakarta.

“Rumah di Seribu Ombak juga merefleksikan keberanian hidup dengan nilai-nilai keluarga yang inspiratif,” tambahnya.

Film produksi Tabia Films dan Winmark Pictures ini, Erwin juga bertindak sebagai sutradara dibantu Jujur Prananto sebagai penulis skenario.

Sudah menjadi kebiasaan Erwin Arnada yang juga menjadi produser, film ini Erwin mengangkat wajah baru untuk main di film Rumah di Seribu Ombak. Mereka adalah Risjad Aden, Dedey Rusma, Bianca Oleen, Andaia Suri, Andre Julian, dan Riman Jayadi. Semuanya pemain baru, kecuali Lukman Sardi yang berperan sebagai Bapak Aminullah.

Syuting film ini sendiri berlangsung bulan Desember 2011 selama 22 hari dengan mengambil lokasi di 3 tempat di Bali yakni di Desa Kali Asem Singaraja, Legian, dan Tegenungan Gianjar. Sementara, untuk soundtrack dibawakan grup rock anak muda terkanal Superman Is Dead (SID)yang membawakan lagu Kuat Kita Bersinar dengan label rekaman Sony Music.

Sinopsis Film :

Awalnya adalah persahabatan seorang bocah muslim bernama Samihi (11 th) dan bocah Hindu Wayan Manik (12 th) di Singaraja, Bali. Mereka saling bertemu dan tumbuh bersama, mengikat persahabatan karena sama-sama punya ketakutan besar dan duka dalam hidupnya.

Samihi takut terhadap air, sungai, laut dan alam bebas karena sejak kecil ia dilarang orangtuanya mendekati air, sungai, laut dan alam yang bisa mengancam keselamatan jiwanya. Sedangkan Wayan Manik punya trauma terhadap kekerasan yang dialaminya sejak lama yang dilakukan pria asing bernama Andrew.

Kemiskinan membuat Wayan Manik tidak bersekolah dan tidak bisa menikmati kanak-kanaknya. Ia harus kerja keras sebagai tour guide lumba-lumba di Pantai Lovina. Ia tinggal bersama ibunya yang sakit-sakitan. Ia pun menjadi korban pedofilia laki-laki bule bernama Andrew.

Kepada Samihi, Wayan curhat . Baginya, Samihi sudah dianggap sahabat sejati yang akan menjaga rahasianya. Hingga suatu saat, Samihi terpaksa membuka rahasia hidup Wayan kepada ketua adat Bali kaena Wayan terancam bahaya.

Disinilah Wayan kecewa kepada Samihi yang dianggapnya melupakan janji dan persahabatan mereka. Duka Wayan makin bertambah saat mendapat berita ayahnya meninggal dalam peristiwa bom Bali Legian yang menewaskan 200 orang. Aibnya terbuka, ditinggal mati orangtua membuat Wayan tak tahan tinggal di Desa Kaliasem.

Samihi merasa makin bersalah saat mengetahui sahabatnya ini kehilangan ayahnya secara tragis. Ia pun minta maaf kepada Wayan. Awalnya Wayan enggan memafkan Samihi, namun ia mau memafkan, dengan satu syarat.

Mulanya Samihi takut apa permintaan Wayan, sampai akhirnya ia tahu bahwa sahabatnya itu mengajukan syarat yang justru menolongnya, menyelematkannya dari segala trauma dan ketakutan.

Ketika Wayan tidak ada lagi disampingnya, Samihi terus mengenangkan persahabatannya dan kebaikan Wayan. Karena ia bisa meraih cita-cita dan kehidupan yang ia inginkan berkat Wayan.

Apakah syarat yang diajukan Wayan Manik kepada Samihi? Simak film bercerita persahabatan dua anak ini selanjutnya mulai tanggal 30 Agustus 2011 serentak diputar di seluruh bioskop di Indonesia.

Judul Film : Rumah Di Seribu Ombak
Produksi : Tabia Films & Winmark Pictures
Sutradara : Erwin Arnada
Penulis Skenario: Jujur Prananto
Produser : Ella SH, Erwin Arnada, Eko Kristianto
Durasi : 110 Menit
Pemain : Risjad Aden, Andiania Suri, Dedey Rusma, Risman Jayadi, Andre Julian, Bianca Oleen, jerinx SID, Tania Grace, dan Lukman Sardi
OST : Kuat Kita Bersinar (SID), Sony Music

@rudi