LENSAINDONESIA.COM: Fraksi Hanura DPR RI meminta Pimpinan TNI-Polri agar tak menganggap sebelah adanya perseteruan antar anggota yang kerap terjadi selama ini.

Sebeb bila embrio ketegangan antar anggota kedua lembaga itu tidak segera di antisipasi dikhatirkan akan berdampak pada stabilitas keamanan bangsa.

Anggota Komisi I Fraksi Partai Hanura DPR RI, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, menyatakan, sudah seyogyanya pimpinan TNI maupun pimpinan Polri merespon hal-hal seperti ini secara proaktif.

“Percikan pertikaian antara anggota TNI dan Polri yang bersifat personal maupun kelompok sudah sangat sering terjadi. Pimpinan TNI maupun pimpinan Polri pun tidak boleh menganggap hal ini sebagai hal remeh. Selain itu, embrio dasar dari ketegangan seperti ini harus diteliti secara serius agar ke depan TNI dan Polri memiliki jiwa korsa yang setia, amanah dan lembih mumpuni,” kata Nuning, panggilan akrab Susaningtyas, kepada LICOM beberapa saat lalu (Selasa, 14/8).

Kedua institusi ini, sambung Nuning, seharusnya bersama-sama untuk menjaga NKRI agar utuh. “Kalau yang menjaga saja sudah berseteru, bagaimana kita sebagai rakyat bisa berharap banyak untuk keutuhan NKRI tercinta ini?” kata Nuning, yang juga Ketua DPP Hanura bidang Pertahanan dan Informasi itu.

Kepada LICOM, politisi Partai Hanura juga menyinggung kasus pertikaian ini anggota TNI dengan polisi khusus kereta api (Polsuska) terjadi terjadi, Minggu malam (12/8) kemarin.

Menurut Nuking, seharusnya insiden tersebut tidak perlu terjadi sebab tak semestinya, tentara yang menjadi pelindung itu malah mengacaukan suasana tentram ditengah masyarakat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Lukman (22), seorang anggota Polsuska Cirebon Express, mengaku dianiaya oleh oknum anggota TNI ketika tengah memeriksa tiket penumpang jurusan Gambir menuju Cirebon.

Di gerbong eksekutif, Lukman mendapati delapan penumpang yang menggunakan tiket bisnis. Tiga dari delapan orang itu adalah anggota TNI

Di siniliah awal perseteruan terjadi. Sebagaimana aturan, Lukman meminta ke penumpang itu untuk pindah ke kelas bisnis. Lukman pun hanya meminta penumpang sipil dulu untuk pindah, dan belum sempat meminta penumpang TNI untuk bergeser.

Namun karena kelima penumpang sipil itu mengadu ke tiga anggota TNI, Lukman pun mendapat pukulan dari ketiga oknum TNI itu, hingga hidungnya mengeluarkan darah dengan bibir pecah.@ari