LENSAINDONESIA.COM: Berawal dari hobby mengedit foto lewat layar komputer, Dyan Natalia mengaku hanya menyalurkan bakat yang dimiliki. Dari kebiasaan yang digelutinya, kini menuai sukses menjalani bisnis online yang menjadi sebuah profesi bisnis yang menjanjikan hingga sekarang.

Berkat kebiasaan yang ia tekuni sejak 2008 silam, saat ini bisnis toko Online nya pun berkembang pesat di berbagai bidang yakni mulai dari Kartu nama, hang tag (gantungan label baju), brosur, stiker, nota, stempel, backdrop, banner dan store equipment (perlengkapan usaha) mulai dari manekin ( display usaha), Tag Gun (alat tembak harga), timbangan digital, shoping bag ( tas belanja), bahan plastik dan kertas.

“Semua yang saya peroleh bermula dari perkenalan berteman melalui sebuah jejaring online yang disebut multiply. Yakni cara cepat mengenal banyak orang, kemudian Facebook (FB), lalu sekarang yang lebih modern lewat BlackBerry masanger (BBm), akhirnya muncul ide membuat web sendiri beralamat www.tokozio.com yang diambil dari nama anak sendiri sih,” jelas Dyan yang sekaligus Owner Tokozio online, Selasa, 14/8/2012.

Sejalan dengan kemajuan peminat yang banyak berkunjung, sambungnya untuk lebih dikenal dan familiar Dyan menambah lagi satu website bernama www.desaincetak.com yang baru februari 2012 lalu dibuat.

Untuk dapat terus melakukan interaksi kepada calon konsumen, Dyan menyiasatinya dengan membuat 3 akun FB berbeda yakni, Tokozio online, tokozio_online, tokoziocs. Sebab masing-masing dari satu fun page FB, kapasitasnya hanya sampai 5 ribu saja.

Dalam hal kendala yang sering dihadapi pebisnis online, aku Dyan yakni mulai design, management hingga promosi seringkali dijalani sendiri. Untuk itu, berjalan tahun kedua mulai berfikir menata dari SDM (Sumber Daya Manusia) Terlebih dahulu.

“Sebab, kala itu masih menjadi sampingan kerja selain menadi karyawan swasta perusahaan juga. Alhamdullilah kini sudah dibantu tiga karyawan yang meringankan pekerjaan saya,” imbuhnya.

Bahkan dari segi pemasaran sendiri, aku Dyan sudah mencakup Mancanegara selain Jabodetabek, Indonesia, yakni Malaysia, Singapura, Luar Jawa (Papua, Kalimantan, Sulawesi dan Bali).

Sedangkan pada Omzet perbulan sudah 25 juta, tambahya. “Bisnis Online itu, keuntungannya fleksible waktu, praktis dan cepat. Sebab menggunakan banyak media yang dipakai, seperti akses mudah mobile Internet juga sudah bertebaran dan marak dipakai pelaku bisnis di era digital sekarang,” tandasnya.

Untuk koneksi internet yang dipakai Dyan sendiri, dalam perbulan mencapai Rp 400 ribuan yang terdiri dari koneksi dua internet modem, satu BB service dan satu android market.

“Alhamdullilah juga terjadi kenaikan permintaan sekitar 20 persen dibanding bulan sebelumnya untuk keuntungan tambahan menjelang Lebaran tahun ini,” ujar Dyan sambil senyum.

Strateginya adalah brand mindset (Merubah pola pikir) bisnis online dulu seperti apa, misalnya penegnalan lewat komunitas online.

“Seperti halnya terjadi pada awal jejaring Multiply yang pernah saya lakukan, yakni diberikan tips tentang berbisnis online, apalagi sekarang sudah ada akun FB Group yang juga udah ada pengarahan jejaring komunitas saling berinteraksi satu sama lain.” ujarnya

Cara lain, lanjutnya juga dipermudah dengan adanya tips tentang berbisnis online akun FB Group. “Kuncinya salin percaya baik penyedia jasa maupun pembeli yang akan melakukan transaksi,” terangnya.

Dyan menyarankan jika berbisnis online sering-seringlah bertatap muka entah dalam 3 bulan sekali sesama pengusaha online seperti www.WOSCAMALL.com atau jejaring sosial media lain yang bertujuan positif demi kemajuan bisnis onlineshop yang dikelola.

Trend bisnis online kini sudah merambah ke siapapun, baik remaja maupun dewasa. Segmentasinya juga makin beragam. Indikatornya adalah meningkatnya jumlah pengakses internet dari hari ke hari.

Trend ini juga didukung oleh ketersediaan jaringan operator yang makin ekselen, baik itu operator seluler maupun operator penyedia akses broadband.

Public Relation, Telkom Jatim, Ivone Andayani, mengatakan TELKOM terus meningkatkan kemampuan akses data dan terus berupaya mengedukasi dengan masyarakat melalui kampanye broadband ready, dengan mengganti semua modem Telkom dengan modem WiFi.

“Kampanye akses broadband ini juga merupakan bagian dari upaya telkom mendukung industri kreatif dan UKM Online. Artinya, siapapun kini bisa berbisnis Online, asalkan mendapatkan akses Internet yang ideal (Baca: broadband)” pungkasnya.@LI-O7