LENSAINDONESIA.COM: Bentrokan antara kelompok pemuda di Cengkareng diduga dilakukan oleh dua kelompok yang sudah memiliki nama besar dalam dunia premanisme. Motif  kerusuhan diyakini dilatarbelakangi pengambilalihan penguasaan dari
kelompok John R Kei lawan keluarga Hercules.

“Adanya pengambil alih penguasaan tanah di tanah PT. Sabar Ganda yang dikuasai oleh Kel. Herkules. Jam 11.30 Kel John Kei datang untuk mengambil alih,” tutur Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto Kamis (30/8/12) di Gedugn Polda Metro Jaya, Jakarta.

Sebelum kejadian puncak terjadi pada pukul 12.30 wib, jelas Rikwanto, kuasa hukum Herkules sempat datang untuk menengani perselisihan ini. Sayang,  tidak ada kata sepakat dalam pertemuan itu. Dari cekcok itulah kejadian terjadi. Dalam kejadian rusuh yang terjadi, sejumlah senjata tajam, balok dan kayu digunakan dua kelompok untuk saling serang.

“Polres dan polsek mencoba untuk melerai, namun karena kekuatan petugas sedikit bentrokan tidak bisa dihentikan,” tutunya

Usai kejadian, polisi berhasil menyita sejumlah senjata tajam berupa kayu, linggis, dan sejenis. Dari kelompok John Kei polisi menyita
78 senjata tajam yakni samurai, golok, kayu 9 buah, tombak 9 pucuk. Sedang dari kelompok Herkules, 13 senjata tajam, 5 besi panjang, 3 linggis, 1 bambu dan ketapel berhasil sisita polisi.

Saat ini di tempat kejadian perkara (TKP) sudah tidak terdapat sisa-sisa kerusuhan. Polisi juga sudah memberikan tanda police line serta menempatkan 50 petugas gabungan dari Brimob dan aparat Polres Jakarta Barat untuk menjaga lahan tersebut.

Dari hasil olah kejadian perkara, penyidik Polres Jakarta Barat berhasil menangkap sejumlah pelaku kerushan dari kubu Jhon R Kei 102 orang.
Sedang dari kubu Herkules polisi berhasil menangkap 8 orang. Seluruh pelaku kerusuhan hingga kini sedang diamankan untuk dperiksa lebih lanjut.

“Pagi sampai siang digelar perkara dari masing-masing yang diamankan. Akan ditentukan siapa yang melanggar hukum dan siapa yang
menjadi saksi, dalam gelar perkara penyidik menyampaikan hasil penyidikan,” pungkas Rikwanto usai mengungkapkan status tanah yang hingga kini masih diselidiki untuk mengetahui siapa pemilik lahan tersebut. Berdasarkan info yang didapat, sekitar 7000 meter lahan yang diperebutkan masih dimiliki Grup Agung Sedayu yang minta perlindungan Herkules, sedang 14.000 m2 dimiliki milik PT. Sabar Ganda yang didukung kubu Jhon R Kei. @aligarut