LENSAINDONESIA.COM: Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Kabupaten Jombang mengirimkan bantuan untuk korban konflik di Sampang, Madura.

Pengiriman bantuan untuk warga Islam Syiah itu dilepas secara langsung oleh Lapeksdam serta beberapa pemuka agama Jombang. Terlihat para Kiai dan Pendeta di Jombang yang tergabung dalam Jaringan Lintas Agama melepas acara pengiriman hasil pengumpulan bantuan melalui Posko Peduli sepekan terakhir.

Pemuka agama tersebut diantaranya KH Nur Hamid, pengurus PCNU Jombang, KH Djunaidi Hidayat, pengurus MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jombang, serta dua pendeta, yakni Pdt Christian Muskanan dan Pdt Edi Kusmayadi.

Dalam sambutanya KH. Nur Hamid mengatakan bantuan ini merupakan solidaritas dan murni bantuan kemanusiaan. Tidak ada motif lain kecuali rasa kecintaan manusia dan kerukunan umat beragama.

“Kita membantu ini murni untuk kemanusiaan, yaitu untuk para pengungsi Sampang yang dilanda konflik. Kami sangat berharap agar agama tidak dijadikan sebagai alat untuk melegitimasi kekerasan. Karena tidak ada satupun agama diseluruh dunia ini mengajarkan kekerasan,” katanya, di Posko Peduli Syiah Lakpesdam NU Jombang, Jumat (31/8/2012).

Bantuan yang dikirimkan sebanyak satu mobil pikup itu terdiri dari mie instan, pakaian dalam (underwear), popok bayi, dan pembalut, air mineral, baju layak pakai, serta kebutuhan dasar lainnya.

Aan Anshori, Koordinator Posko Peduli mengatakan, pihaknya bersyukur, para pemuka agama dapat membantu para korban pengungsi kekerasan di Sampang.  Pengumpulan bantuan ini dilakukan oleh komunitas lintas Agama di Jombang diperoleh dari masyarakat.

“Posko bantuan kemanusiaan yang dibuka selama tiga hari di halaman kantor Lakpesdam NU Jombang sudah ada hasilnya. Mulai hari ini bantuan yang terkumpul langsung kita distribusikan ke Sampang Madura,” ujarnya.

Aan Anshori berharap, apa yang kita lakukan ini mudah-mudahan dapat meringankan beban saudara kita di sana. Mereka yang mengungsi dan dengan segala keterbatasan saat ini sudah mengalami problem kesehatan selama masa pengungsian. “Semoga dari berbagai bantuan yang ada bisa meringankan beban mereka,” ujarnya.@yuanto