LENSAINDONESIA.COM: Sebanyak 680 Mahasiswa Baru (MABA) Fakultas Ekonomi 2012, mengikuti kuliah umum yang dihadiri Wagub Jawa Timur, Syaifullah Yusuf sebagai keynote speaker dan narasumber, guna mengikuti serangkaian acara pengenalan kehidupan kampus.

Acara yang diselenggarakan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) tersebut mengambil tema “Refleksi Butir-Butir Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara”, selain itu juga diberikan kesempatan pada Prof. Dr. Warsono, MS. dan Adam Rusydi, S.Pd sebagai Narasumber.

Dilaksanakan Kamis,(30/8) di Gedung Auditorium Rektorat UNESA dan dibuka oleh Pembantu Rektor I Unesa Prof. Dr. Kisyani Laksono, M.Hum. Dalam sambutannya mengatakan, untuk menyongsong Tahun 2045 yakni tahun generasi emas Bangsa Indonesia, diharapkan para pemuda bangsa dan mahasiswalah yang berperan membawa serta meneruskan tongkat komando estafet kepemimpinan bangsa.

“Untuk tahun ini terserap Mahasiswa baru sekitar 5800 dari 42 ribu pendaftar pada penerimaan calon mahasiswa baru UNESA tahun 2012. Semangat yang tinggi, jujur, cerdas, tangguh dan peduli untuk menyongsong tahun 2045, mahasiswa harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam butir-butir pancasaila,” tegasnya.

Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Saifullah Yusuf mengatakan, pancasila sangat penting sebagai pegangaan hidup seluruh Bangsa Indonesia. Para pendahulu bangsa dalam merumuskan pancasila tidaklah mudah dan ini menjadi tugas dari kita semua, khususnya bagi mahasiswa baru untuk mempertahankan dan mengimplementasikannya.

Gus Ipul, Drs. H. Saifullah Yusuf menuturkan, banyak orang Indonesia yang hafal tentang isi dari pancasila, akan tetapi tidak bisa melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam isi Pancasila. Untuk itu, penerapan dan pengamalan pancasila harus terus ditanankam sejak dini oleh pemuda sebagai pegangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung makna luas.

“Salah satu perwujudannya, yakni membangun hubungan baik dengan Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan pancasila sila pertama. Memperkokoh kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) sesuai makna yang terkandung dalam undang-undang dan persatuan nilai makna bhineka tunggal ika dengan falsafah berbeda dari berbagai suku adat, ras dan golongan namun tetap satu teguh menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar bangsa dan negara Indonesia,” tandasnya.

Memliki kemampuan ilmu pengetahuan yang cukup harus dibarengi dengan karakter mental positif yang baik, tambah Gus Ipul. Pendidikan karakter saat ini harus ditanamkan sejak dini agar manusia memiliki kualitas diri dan kemampuan maksimal, sehingga bisa diakui di lingkungan masyarakat maupun di dunia kerja.

“Saat ini, banyak dari perusahaan swasta maupun pemerintahan dalam menentukan atau mencari pegawai mengutamakan 3 hal diantaranya ahlaq, watak dan karakter seseorang,” imbuh Gus Ipul.

Selain ditunjang kemampuan di bidangnya, peran etika, karakter dan moralitas harus diimbangi pula dengan etika dan moralitas sebagai manusia sosial menjalin hubungan baik antar sesama.

Sementara itu, Prof. Dr. Warsono, MS. yang hadir sebagai narasumber menuturkan bahwa pancasila yang tersusun mulai dari sila pertama hingga sila kelima sudah benar secara fiilosofis namun implementasi dari nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila belum terlaksana dengan baik.

Sedangkan Adam Rusydi, narasumber yang sekaligus ketua Masika ICMI (Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia) orwil Jatim menuturkan hampir semua pergerakan di Indonesia dimulai dari gerakan mahasiswa mulai tahun 1908 yang ditandai dengan Organisasi kepemudaan Boedi Oetomo sampai 1998 yang melahirkan reformasi.

Olehnya, keberadaan mahasiswa yang notabene adalah pemuda mempunyai peran yang sangat penting dan harus menjadi garda depan dalam pengalaman nilai-nilai pancasila.@Jefrilicom