Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EDUKASI

Mahasiswi Ubaya Ciptakan Mesin Pemroses Susu Kedelai Siap Minum 

LENSAINDONESIA.COM: Mahasiswi Universitas Surabaya (Ubaya) berhasil menciptakan mesin pemroses susu kedelai.

Mesin karya baru ini mampu maproduksi susu kedelai sifatnya siap minum dan terpadu mulai dari alat pencacah, alat penumbuk, alat penyaring serta alat pemasak.

“Saya suka minum susu kedelai, karena ibu sering membuatnya di rumah, tapi saya merasakan prosesnya lama sekali, karena itu saya ingin membantunya,” kata Deby Delima Dewi, mahasiswi Fakultas Teknik Ubaya, di kampusnya, Kamis (6/9/2012).

Mahasiswi Jurusan Manufaktur FT Ubaya itu menjelaskan pihaknya ingin mengembangkan mesin pembuat sari atau susu kedelai untuk industri rumahan (“home industry”), da ia mengaku seang memproses paten untuk mesin karyanya itu.

“Mesin serupa memang ada, tapi menggunakan ‘heater’ (alat pemanas) yang membutuhkan listrik 1.500 volt dan susu kedelai yang dihasilkan ada rasa kedelai hangus, sedangkan saya hanya menggunakan motor penggerak 220 volt dan 700 watt,” katanya.

Didampingi Media Relation Ubaya, Hayuning Purnama Dewi, saat publikasi mesin karyanya di Laboratorium Desain Produk Gedung TG Ubaya itu, ia mengatakan mesinnya dapat memasak satu kilogram kedelai menjadi susu kedelai dalam kurun 40 menit.

“Hasilnya, satu kilogram kedelai itu menjadi 10-15 liter susu kedelai. Kalau mau kental ya 10 liter saja, tapi kalau tidak mau kental bisa 13-15 liter susu kedelai, semuanya tergantung air yang dimasukkan ke dalam alat itu, apakah 10 atau 15 liter,” katanya.

Menurut mahasiswi asal Kenjeran, Surabaya yang mendapatkan nilai A untuk mesin hasil karyanya itu, mesin rancangannya itu memadukan alat pencacah (blender), alat penyaring, alat penumbuk (press), dan periuk (dandang) yang dihubungkan dengan elpiji.

“Saat proses pencacah dengan alat kayak blender itu, kompor sudah dinyalakan dan dandang sudah diisi air, sehingga begitu kedelai sudah selesai dicacah, ditumbuk, dan diperas akan langsung jatuh ke dandang dan dimasak dengan air,” katanya.

Baca Juga:  Ma'ruf Amin berangkat menuju lokasi pelantikan

Ia mengatakan kedelai yang diproses dengan mesin ciptaannya itu langsung bisa diminum lewat keran yang ada di dandang/periuk itu, karena proses rancangannya memang tidak mengandung ampas kedelai.

“Ampas kedelai tertahan dalam tabung penyaring, sehingga dapat dibuang setelah proses pembuatan susu kedelai dari satu kilogram kedelai seharga Rp7.500 itu tuntas,” katanya.@LI-13/ant