Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE DEMOKRASI

Gerah Disepelekan, APHI Tuntut Kemenhut Manusiawikan Pengusaha 

LENSAINDONESIA.COM: Pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan) kecewa perlakuan DPR yang dinilainya tidak menganggap HPH sebagai rakyat, yang juga butuh perhatian sama seperti rakyat Indonesia lainnya.

“Kami ini dari perusahaan, bukan dianggap rakyat, pak. Oleh DPR, kami dipisahkan, ini bukan rakyat ini. Mereka mikirnya rakyat itu bukan kami, nggak peduli,” ungkap Ketua Bidang Produksi Hutan Tanaman, APHI (Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia), Nana Suparna kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/9/12).

Dikatakannya, DPR saat ini tidak mau peduli akan kesulitan yang dihadapi para pengusaha HPH dan selalu menuduh HPH ini sebagai perusak hutan.

“Kalau kami ketemu DPR pak, bukan menanyakan apa yang bisa dibantu, bukan, nyalahin terus. Pokoknya kalau bisnis kehutanan itu, ngerusak lah, nipu lah, tukang ngerampok lah. Itu kan isyu untuk menjatuhkan pak Harto, sampai sekarang dibawa terus,” tuturnya.

“Kita juga rakyat, sama butuh diperhatikan, kita kan juga milih mereka, tapi mereka nggak peduli.”

Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Purwadi Soeprihanto mengatakan bahwa pengusaha HPH dari tahun ke tahun terus berkurang dan tahun 2013 mendatang diperkirakan menjadi situasi yang sangat krusial dan berat bagi para pengusaha HPH di Indonesia.

“Ini ada data kami, dari tahun 1992, unit HPH itu 580, sekarang 2011 itu 293, tahun 2012 ini mungkin sisa 200 lagi. Jadi perkiraan kita, pengurus APHI, tahun 2013 ini situasi yang sangat krusial, sangat berat, yang tadi diistilahkan pak Nana itu, betul-betul ada dibawah,” ungkapnya. @LI-13

 

Baca Juga:  Polsek Lakarsantri tangkap tiga pengedar narkoba