LENSAINDONESIA.COM: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di bawah kepemimpinan Abraham Samad, dinilai belum mampu membongkar dugaan kasus korupsi yang bersentuhan dengan penguasa. Hal tersebut disampaikan Aktifis Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhi Masardhi kepada wartawan melalui rilisnya, Kamis (13/9/12).

Menurut Adhi, kasus-kasus korupsi kelas kakap, yang disebut-sebut melibatkan penguasa tidak tersentuh institusi anti korupsi itu hingga tuntas.
”Dari mulai kasus dana talangan (Bailout) Bank Century, kasus Wisma Atlet, dan kasus Hambalang, yang notabene-nya menghabiskan dana trilyunan belum mampu dibongkar sampai akarnya-akarnya,” katanya.

Sistem pemberantasan korupsi yang dijalankan KPK, lanjutnya, tidak menyentuh substansi kejahatan korupsi yang bersifat extraordinary.

Oleh karena itu, dalam pernyataan sikapnya, Adhi dan aktivis dari sejumlah LSM mendesak para pimpinan KPK untuk mundur dari jabatannya dan meminta maaf kepada rakyat karena dianggap telah gagal membongkar korupsi besar.

“Menyerukan kepada DPR dan rakyat untuk membentuk pengadilan Ad Hoc dalam menuntaskan skandal kejahatan Century, IT KPU tahun 2009 dan kriminalisasi terhadap Antasari Azhar yang didakwa dengan pasal pembunuhan sebagai jalan keluar terhadap
kegamangan penegak hukum secara adil selama ini,” tandasnya @endang