LENSAINDONESIA.COM: Lima buruh Outsourcing PT Langgeng Industri Makmur Tbk mulai hari ini, Rabu, (18/9/2012) melakukan aksi mogok makan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Aksi mogok makan ini dilakukan untuk menagih janji Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang mengaku akan menyelesaikan masalah perselisihan antara buruh dan perusahaan alumunium itu. Tapi, hingga saat ini tak ada realisasinya alias bohong belaka.

Pasalnya, sebelumnya buruh bersama Federasi Serikat Buruh Madani dan Konferensi Serikat Nasional juga telah bertemu Wakil Gubernur Saifullah Yusuf untuk mengadukan soal pemutusan hubungan kerja yang dinilai sepihak.

“Bulan Agustus lalu buruh menemui Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf yang berjanji akan menyelesaikan persoalan di PT Langgeng Industri Makmur. Mogok makan ini kami lakukan agar Pemprov segera memenuhi janjinya,” kata Humas aksi Tarmidi Nur Muhtar.

Selain itu, aksi tersebut juga sebagai bentuk solidaritas perjuangan buruh di pabrik aluminium atas pemberhentian 350 orang buruh pada 18 Agustus 2012 lalu.

Menurut Muhtar, PT Langgeng Industri Makmur banyak melakukan pelanggaran UU Ketenagakerjaan. Diantaranya mempekerjakan buruh outsourcing dengan upah Rp 1.033.760 per bulan. Upah minimum Kabupaten Sidoarjo Rp 1.252.000 per bulan.

“Buruh juga tidak diikutkan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek), dipaksa bekerja lembur, tidak mendapat cuti tahunan dan izin sakit,” tukasnya.

Sebelum aksi ini terjadi, para buruh juga pernah melakukan aksi mogok dan blokade pintu depan pabrik pada 28 Agustus lalu yang berujung bentrok.

“Blokade di pabrik dan mogok makan akan berlanjut sampai hak buruh diberikan sesuai ketentuan,” tandasnya.@ian_lensa