LENSAINDONESIA.COM: Terdakwa pembunuh Mujianah, janda veteran, harus merelakan masa tuanya di dalam jeruji besi. Pasalnya, Mudjayadi (58) divonis 17 tahun penjara oleh majelis hakim dalam persidangannya di ruang sidang Cakra di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Rabu (19/9/2012).

Berdasarkan putusan yang dibacakan Hakim Ketua, Sigit Purwoko, pria yang sehari-harinya berprofesi sebagai tukang jahit ini terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum. Untuk itu, terdakwa dijatuhi hukuman 17 tahun penjara,” tegas hakim sambil mengetuk palu tanda berakhirnya persidangan.

Menanggapi vonis yang dijatuhkan majelis hakim, terdakwa mengaku pasrah dan tidak akan mengajukan banding. “Saya pasrah saja. Semua manusia pasti mati. Saya tidak dihukum pun suatu saat akan mati,” ungkap terdakwa usai menjalani sidang.

Jaksa Penuntut Umum terdakwa, Anang Arya pada agenda sidang sebelumnya mengajukan tuntutan hukuman 15 tahun penjara karena terdakwa dianggap merencanakan pembunuhan. Unsur perencanaan itu terlihat saat terdakwa membawa palu dari rumahnya setelah niatnya meminjam uang ditolak korban.

Sebelumnya, Mujianah ditemukan dalam kondisi membusuk pada 21 Maret 2012 lalu di rumahnya di Jalan Babadan 1 Surabaya. Keluarga curiga kalau Mujianah tewas karena dibunuh. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Forensik dan Medikolegal RSU DR Soetomo, diketahui kematian korban memang tidak wajar.

Pembunuhan ini terjadi tanggal 16 Maret 2012 sekitar pukul 15.30 WIB ketika terdakwa mendatangi rumah korban untuk meminjam uang guna menebus sepeda motor milik anaknya. Namun, karena permintaannya ditolak terdakwa marah dan tersinggung. Akhirnya timbul niatnya untuk menghabisi Mujianah. Ia pun pulang dan membawa palu.

Saat korban berbalik badan akan ke kamar, terdakwa langsung memukulkan palunya berkali-kali. Setelah korban tak bernyawa, terdakwa melepaskan perhiasan korban berupa kalung dan gelang emas. Sedangkan cincin emas korban terlepas dan jatuh ke bawah meja.@anne_lensa