LENSAINDONESIA.COM:Kemungkinan kubu pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli akan melayangkan gugatan hasil pemilihan umum kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 ke Mahkamah Konstitusi diyakini kecil.

Pasalnya selain tidak ada indikasi kecurangan, juga Foke-sapaan Fauzi Bowo telah legowo menerima kekalahan atas rivalnya Jowo Widodo.

“Saya melihat tidak ada hal yang perlu digugat dari keputusan KPU karena tidak ada perhitungan suara yang mencurigakan. Sehingga diajukan ke MK rendah,” kata Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti, Minggu (30/9/12) di Jakarta seperti dikutip dari sejumlah portal online.

Apabila kubu Foke-Nara tetap “ngotot” melayangkan gugatan, maka Foke dianggap tidak konsisten dengan sikap kenegarawanannya.

Ditambahkan, pemilukada DKI Jakarta 2012 tidak perlu digugat, pasalnya selain tidak ada kecurangan yang signifikan, pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung di ibu kota sangat indah dan patut menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia agar senantiasa menghadirkan pilkada yang aman dan tertib.

Ia mencontohkan pada putaran pertama dengan menghadirkan enam pasangan calon, selama masa kampanye, masing-masing peserta pilkada mampu menghadirkan atmosfir pesat demokrasi yang sejati, mampu mengendalikan massanya kendati terkadang selama dalam kampanye, terdapat sedikit gesekan.

“Putaran pertama patut dicontoh pihak lain. Cara kampanye, pesertanya, dan itu terasa indah. Seharusnya seperti itulah pilkada”.

Menurutnya, ada dua aib yang mencederai pemilukada DKI Jakarta yaitu ketidak sigapan penyelenggara pemilu dan isu berbau suku, agama, ras, dan antargolongan.

Berdasarkan data dari KPU Provinsi DKI Jakarta, dari total jumlah pemilih dalam

DPT sebanyak 6.996.951 orang, hanya 4.592.945 orang yang tetap datang menggunakan hak pilihnya pada 20 September lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.472.130 memilih pasangan Jokowi-Basuki.

Sementara pasangan Foke-Nara hanya berhasil mengantongi suara sebanyak 2.120.815 atau 46, 18 persen.

Apabila tidak ada aral, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 oleh DPRD DKI Jakarta. @LI-13