LENSAINDONESIA.COM: Serangkaian tahapan proses pemilihan umum kepala daerah Gubernur dan wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 putaran kedua berjalan dengan sukses dan lancar.

Apabila tanpa ada gugatan, pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan dilantik pada 8 Oktober 2012, setelah Jokowi mundur sebagai Wali Kota Surakarta.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pencalonan KPU Provinsi DKI Jakarta Jamaluddin F Hasyim mengklaim pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta merupakan pesta demokrasi tersukses dan terbaik di tanah air. Pasalnya selain tidak ada pergesekan, juga sikap legowo dan kenegarawanan masing-masing pasangan calon patut menjadi contoh bagi calon kepala daerah.

“Kalau tidak berlebihan, ini adalah pilkada terbaik yang pernah diselenggarakan di seluruh Indonesia. Proses penyelenggaraan mulus dan sikap kewarganegaraan semua peserta sangat menjadi tontonan indah dan dipuji oleh pihak dari dalam dan luar negeri,” kata Jamaluddin F. Hasyim, seperti dikutip dari sejumlah portal online, Minggu (30/9/12) di Jakarta.

Berdasarkan data dari KPU Provinsi DKI Jakarta, dari total jumlah pemilih dalam DPT sebanyak 6.996.951 orang, hanya 4.592.945 orang yang tetap datang menggunakan hak pilihnya pada 20 September lalu. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.472.130 memilih pasangan Jokowi-Basuki.

Sementara pasangan Foke-Nara hanya berhasil mengantongi suara sebanyak 2.120.815 atau 46, 18 persen.

Sementara itu terkait potensi gugatan hasil pemilukada ke Mahkamah Konstitusi, KPU DKI Jakarta mempersilahkan karena itu merupakan hak dari peserta pilkada. Namun Ia tidak ingin menanggapinya.

“Saya tidak ingin komentar lebih jauh. Ikuti saja, keputusan gugatan kan ada ditangan masing-masing peserta”. @LI-13