LENSAINDONESIA.COM: Rencana penurunan produksi tambang PT Newmont Nusa Tenggara berimbas terhadap pengurangan jumlah pekerja tambang mereka. Hal tersebut disampaikan General Manager Newmont Ian McGaffin seperti dilansir Reuters.

“Jumlah pekerja tambang Batu Hijau pada beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan, namun kini akan kami kurangi (PHK) dalam dua tahap. Hal tersebut karena kami harus mengurangi biaya dari semua aspek bisnis, termasuk didalamnya pengurangan gaji dan upah pekerja” katanya, Minggu (30/9/12).

Newmont Nusa Tenggara memang berencana menurunkan target produksi tambang berupa emas pada 2012 sebesar 62,2 persen. Yakni menjadi 71.000 ons emas dari sebelumnya 114.000 ons emas. NTT merupakan produsen emas terbesar kedua di dunia.

“Pemasukan tembaga dari Batu Hijau di pulau Sumbawa hanya 170,6 juta pounds dari perkiraan awal 192 juta pounds,” kata Juru bicara Newmont Rubi Purnomo dalam siaran persnya.

Sedangkan turunnya perkiraan tersebut juga dikarenakan seiring dengan pemrosesan bijih berkadar rendah dari cadangan yang dimiliki perusahaan ketika perusahaan telah mempersiapkan membuka penambangan baru di kawasan pegunungan Sumbawa.

Sebelumnya, aksi mogok kerja pada November tahun lalu yang melibatkan sebanyak 400 pekerja dari sekitar 8.000 pekerja tambang. Pekerja mengharapkan dapat diberikan upah yang lebih baik mengingat pertambangan merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi yang banyak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Akibatnya pada akhir tahun pihak Newmont telah menandatangi kesepakatan dengan anggota pekerja buruh tambang Freeport McMoRan Copper & Gold Inc (FCX) yaitu melakukan negosiasi gaji dengan ribuan pekerja, tentang kenaikan upah yang diterima oleh pekerja tambang.

“Tanggungjawab sosial serta hubungan pemerintah merupakan tantangan terbesar bagi hukum di Indonesia,” kata dia.

Sebagai informasi, sebanyak 31 persen saham Newmont Nusa Tenggara dikuasai oleh PT Multi Daerah Bersaing (MDB), konsorsium Grup Bakrie, melalui PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Bakrie memiliki sebanyak 75 persen saham MDB. Sehingga secara tidak langsung Bakrie mengantongi 24 persen saham Newmont.

Pada 2011 lalu, Newmont membagi dividen sebesar 200 juta dolar untuk seluruh pemegang sahamnya. Sementara di Tambang Batu Hijau memiliki cadangan 4,1 juta ton tembaga, 276 juta gram emas, dan 31,3 juta ons perak.

Di lahan seluas 87.540 hektare ini, pada 2011 lalu, Newmont sudah menguras sebanyak 154 ribu ons emas dan tembaga sebanyak 137 juta pon. @LI-13