Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
HEADLINE PROOTONOMI

Serempet Mobil Mewah, Sopir Truk Disandera Lima Hari 

LENSAINDONESIA.COM: Seorang sopir truk disandera pemilik mobil mewah Jeep Wangler selama lima hari akibat menyerempet badan mobil buatan Amerika itu. Peristiwa itu menimpa Rohmansyah (35), sopir truk Fuso F 9109 UC.

Penyanderaan berakhir setelah petugas Polres Bogor Kota membebaskannya Rabu (10/10/12) sore kemarin. Tidak ada konflik pada pembebasan korban, karena negoisasi berjalan lancar.

Penyanderaan Rohmansyah (35), bersama dua keneknya Deri dan Ahmad dilakukan oleh pemilik mobil mewah berinisial MN. Sopir dan keneknya disandera di sebuah saung di depan rumahnya, di wilayah Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Bogor Timur.

Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Didik Purwanto menjelaskan, penyanderaan Rohmansyah, bermula dari kecelakaan lalu lintas.  Saat itu, Sabtu (6/10/12) kemarin pukul 10.00 WIB, truk yang dikemudikan Rohmansyah menyerempet mobil Jeep Wangler warna merah di Jalan Raya Tajur. Sopir truk yang warga Cikahuripan RT 04/02 Kecamatan Sekhbrong, Kabupaten Cianjur ini, tidak bisa berbuat banyak karena nilai ganti rugi yang diminta sangat besar.

“MN meminta uang ganti rugi terkait dengan kerusakan mobil mewahnya senilai Rp50 juta,” kata Rohmansyah, Kamis (11/10/12) di Mapolres Bogor Kota.

Saat kejadian, hanya MN yang berada di dalam mobil. Namun, tiba-tiba datang segerombolan pemuda. Korban lalu dibentak dan akhirnya dipukul. “Saya dibentak sebelum dipukul. Setelah itu saya bersama dua kenek dan truk dibawa ke sini dan disandera. Tapi saya tetap diberi makan,” kata Rohmansyah di TKP.

Menurutnya, dua keneknya sudah dibebaskan Senin (8/10) malam. Sementara dirinya belum, karena dijadikan jaminan sambil menunggu kedatangan pengurus PT Grafer, pemilik truk.

Menurutnya, PT Grafer bergerak di bisnis galian pasir. Saat kejadian, ia dalam perjalanan pulang ke pangkalan di Cianjur usai melakukan bongkar muat pasir di perumahan di Tajur. Selama dalam penyanderaan, Rohmansyah mengaku tidak dilarang menghubungi istrinya. “Istri saya sangat cemas. Bahkan dia ingin datang untuk menjemput saya,” kata korban.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol Wasino mengatakan, Rohmansyah langsung dibawa pihaknya ke kantor polisi bersama truk yang ia kemudikan. Sementara Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Didik Purwanto mengatakan, MN ber­sedia datang ke kator po­lisi pada Kamis  (11/10/2012) sore tadi, untuk memberikan keterangan.

Namun jika tidak menepati janjinya, polisi akan melayangkan surat panggilan. “Mudah-mudahan MN kooperatif. Kalau tidak, kami akan buat surat panggilan,” tegas Didik. @adrian