LENSAINDONESIA.COM: Setelah melakukan investigasi ke sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Karanganyar, Kabupaten Probolinggo, Panwaslu Pamekasan akhirnya merekomendasi persyaratan administrasi Khalilurrahman belum memenuhi syarat.

Rekomendasi tersebut oleh Panwaslu diserahkan kepada KPU Kabupaten Pamekasan untuk dintindaklanjuti sebagai bahan pertimbangan penetapan bakal calon menjadi calon bupati-wabup pada Jumat (9/11/2012) nanti.

Surat rekomendasi Panwaslu Pamekasan bernomor 119/Panwaslu/XI/2012 tertanggal 4 November 2012 yang ditujukan kepada KPU Kabupaten Pamekasan itu ditandatangani oleh Ketua Panwaslu Pamekasan, Zaini SH.

Surat rekomendasi yang menyatakan persyaratan administrasi Khalilurrahman belum memenuhi syarat itu ditembuskan kepada Ketua Bawaslu Pusat di Jakarta, Ketua Bawaslu Jawa Timur, Ketua KPU Jatim, dan Kapolres Pamekasan.

Menurut Zaini, rekomendasi tersebut didasarkan pada UU No 15/2011 tentang Penyelenggaraan Pemilu, Peraturan Bawaslu No. 1/2012 tentang Pengawasan Pemilukada, Peraturan KPU No 6/2011 tentang Tata cara pencalonan Pemilukada, Keputusan KPU Pamekasan No 06/2012 tentang Pedoman Teknis Tata cara pencalonan Bupati dan Wakil Bupati 2013.

“Rekomendasi itu merupakan esensi dari Berita Acara Pendapat tanggal 4 November yang kami tandatangani bersama ketiga anggota Panwaslu Pamekasan,” kata Zaini, sembari menyatakan selain dirinya ada dua anggota Panwaslu Pamekasan yang menandatangani berita acara pendapat yakni, Agus Kasiyanto dan Ahmad H.

Dalam lembar penjelasan rekomendasi itu, tercatat krononologis hasil investigasi Panwaslu Pamekasan ke sekolah MIN Karanganyar, Kabupaten Probolinggo dimana sekolah dimaksud diklaim sebagai sekolah tempat Khalilurrahman menamatkan sekolah sederajad Sekolah Dasar (SD). Saat investigasi, Panwaslu Pamekasan tidak mendapatkan ijazah atas nama M. Cholil ataupun atas nama Khalilurrahman.

Investigasi Panwaslu Pamekasan juga menemukan surat laporan kepolisian terkait kehilangan ijazah MIN Karanganyar yang diajukan Khalilurrahman. Atas dasar surat kepolisian itu, Panwaslu Pamekasan berpendapat bahwa Khalilurrahman hingga saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Pamekasan periode 2013-2018 tidak melampirkan ijazah MIN Karanganyar atau sederajad SD seperti yang diatur dalam Peraturan KPU No. 6/2011.

Dalam Peraturan KPU No 6/2011 ditegaskan jika bakal calon kehilangan ijazah SD atau SLTP yang sederajad wajib menyertakan surat keterangan pengganti ijazah atau STTB (Surat Tanda Tamat Belajar). Atas dasar hasil investigasi ke sekolah MIN Karanganyar yang diklaim sebagai penerbit ijazah Khalilurrahman itulah, Panwaslu memberikan rekomendasi kepada KPU Pamekasan dengan Berita Acara Pendapat yang menyatakan, “Kami berpendapat persyaratan administrasi calon belum memenuhi syarat,” tegasnya.

Secara terpisah, Ketua Pokja Pencalonan KPU Pamekasan, Nur Azizah, membenarkan telah menerima surat perihal Rekomendasi dari Panwaslu Pamekasan. “Kami telah mendiskusikan rekomendasi Panwaslu Pamekasan bersama seluruh komisioner KPU Pamekasan. Hasilnya, rekmondasi Panwaslu akan kami tindak lanjuti,” terang Nur Azizah.

Menurut Nur Azizah, hasil ketetapan tindak lanjut rekomendasi dari Panwaslu itu akan diumumkan pada saat tahapan penetapan bakal calon menjadi calon bupati-wakil bupati yang dilaksanakan Jumat, 9 November 2012 ini.

“Saya belum bisa mengatakan apakah bakal calon yang direkomendasi Panwaslu itu akan dianulir atau tidak dianulir. Tunggu saja pada saat penetapan bakal calon menjadi calon pada Jumat 9 November nanti,” pungkas Nur Azizah. @arief