LENSAINDONESIA.COM: Kerusakan di beberapa infrastruktur bangunan disertai dengan intensitas hujan mengakibatkan potensi banjir di Pacitan semakin tinggi. Selain itu, banyaknya jumlah plengsengan dan talud yang jebol, kondisi jembatan Arjowinangun pun terancam ambrol.

“Pondasi jembatan sudah tergerus derasnya aliran Sungai Grindulu. Jika ini dibiarkan, lama-lama jembatan ini pasti mlorot. Apalagi di sepanjang sungai selalu ada kegiatan penambangan pasir warga,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Pacitan, Budianto, Kamis (22/11/2012).

Lebih lanjut dia menjelaskan, debit air sungai terbesar di pacitan tersebut semakin tinggi. Sedangkan beberapa infrastruktur yang rawan longsor tersebar di beberapa daerah. Yakni di desa Ponggok, Desa Semanten, Desa Tanjungsari,Desa Arjowinangun, dan Kelurahan Sidoarjo.

“Perbaikanpondasi tiang jembatan merupakan kewenangan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), sedangkan perbaikan talud dan plengsengan njadi tugas Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS),” tuturnya.

Sayangnya, hingga kini perbaikan tidak kunjung dilakukan dengan dalih balai besar masih memiliki program kerja yang harus selesei tahun ini.

Disinggung peran pemkab, Budianto menegaskan, pihaknya telah mendesak BBWSBS agar segera memperbaiki infrastruktur yang rusak, terutama yang dekat dengan pemukiman. “Kita berharap, di tahu 2013 nanti, program rehabilitasi pemukiman penduduk sekitar sunga bias menjadi prioritas,” terangnya.

Dengan intensitas hujan yang tinggi, pemkab telah membuat bronjong, misalnya di dekat plengsengan yang ambrol. Penanganan ini masih bersifat darurat.

“Semuanya terbentur anggaran. Kita tidak memiliki banyak anggaran untuk mencegah terjadinga banjir,” pungkasnya.

Anik, salah seorang warga Desa Semanten merasa resah dengan ambrolnya plengsengan sungai Grindulu di dekat rumahnya. Ibu satu anak ini mengaku, plengsengan tersebut telah dua tahun lalu jebol. Namun, hingga sekarang masih mangkrak, sama sekali tidak ada perbaikan.

“Derasnya air hujan terus menggerus plengsengan. Kalau setiap hari hujan, plengsengan pasti ambrol. Akibatnya air meluber hingga ke pemukiman warga,” tandasnya cemas.@rachma