LENSAINDONESIA.COM: Pasca gencatan senjata, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dihadang prahara politik dalam negeri, yang mendesaknya mundur. Permintaan persetujuan gencatan senjata dengan Hamas Palestina sama saja Israel mengibarkan bendera putih di hadapan gerakan perlawanan Palestina.

Dilansir Hareetz, Kamis (22/11/2012), Michael Ben Ari dan Arie Eldad, anggota Knesset Israel langsung bereaksi keras menyikapi gencatan senjata.

Kedua anggota Knesset itu menegaskan, selain tidak memberi ijin kepada militer Israel untuk menghancurkan Hamas, pemerintah Netanyahu terpaksa harus keluar dari perang tersebut dengan sangat terhina dan tanpa meraih satu pun tujuan dalam operasi militer.

Sementara itu, analis politik Timur Tengah, Abdul Bari Atwan, dilansir Al Arabiya, mengatakan, Israel mengalami kekalahan terbesarnya dalam agresi ke Jalur Gaza.

“Israel dalam perang di Gaza gagal mencapai tujuannya, bahkan dampaknya kontraproduktif karena Palestina menang baik di sisi militer maupun politik,” ujar Abdul Bari Atwan.

“Agresi ke Gaza menjadi kekalahan paling telak dalam sejarah perang antara Israel dan Arab. Karena untuk kali pertama dalam sejarah, Israel baru mengemis gencatan senjata dalam perang kali ini,” pungkas Atwan. @hrz/alb