LENSAINDONESIA.COM: I Wayan Koster, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI-P, dalam kesaksian sidang terdakwa Angelina Sondakh, Kamis (22/11/2012) di Pengadilan Tipikor, membantah menerima Kado dari Grup Permai.

Ketua majelis hakim, Sujadmiko menanyakan apakah ketika ruangan I Wayan Koster kosong ada yang bisa masuk atau tidak, dijawab Koster tidak ada selain stafnya.

Meski demikian, ia mengaku jika namanya kerap disebut dalam persidangan kasus Angelina Sondakh. Koster juga menampik pernah bertemu dengan Direktur Marketing Grup Permai, Mindo Rosalina Manulang.

Seperti diketahui, pada sidang sebelumnya dengan saksi Yulianis, dirinya memaparkan, ada 16 kali penyerahan uang, beberapa nama yang disebut di antaranya aliran dana itu mengalir ke politisi PDIP Wayan Koster.

Ke-16 aliran yang diungkap Yulianis adalah, pada 12 Maret 2010, Permai Grup mengeluarkan Rp 70 juta, yang ditujukan untuk Angie. Lalu, 13 Maret 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD yang ditujukan untuk Angie dan Koster.

Uang itu keluar atas permintaan Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing GP. Kemudian, 19 April 2010, GP mengeluarkan Rp 2,5 milyar. Uang ditujukan ke Angie dan diantar oleh staf bernama Dadang.

Pada 3 Mei 2010, GP mengeluarkan Rp 2 miliar ditujukan untuk Angie dan Koster yang ditujukan untuk proyek universitas. Terus, 4 Mei 2010, GP mengeluarkan Rp 3 miliar. Uang itu ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang diantar oleh staf bernama Lutfi ke ruangan Koster di komplek Gedung DPR. Namun, diserahkannya melalui staff Wayan, yakni Budi.@endang