LENSAINDONESIA.COM: Hari jadi Korps Marinir TNI-AL yang ke-67,  mendapat kado istimewa dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebab, presiden memerintahkan KSAL agar membangun satu batalyon infanteri-10 Marinir di Pulau Setoko, Batam. Batalyon tersebut untuk memperkuat korps marinir dalam menjaga kedaulatan NKRI khususnya wilayah laut. Pada kesempatan tersebut, korps marinir juga show a force akan armada tempur yang dimilikinya.

“Kepercayaan yang telah diberikan oleh pemimpin negara ini kepada kalian. Salah satu contoh wujud kepercayaan tersebut adalah adanya perintah langsung Presiden RI untuk menambah dan membangun satu batalyon infanteri-10 Marinir di Pulau Setoko Batam,” ungkap KSAL Laksamana TNI Soeparno di lapangan upacara Brigif-2 Marinir, Kesatrian Hartono, Cilandak, Jakarta, Kamis, (22/11/12).

Peringatan HUT ke-67 Korps Marinir TNI-AL tahun 2012 yang bertemakan ‘Dengan Semangat Pengabdian Tanpa Batas Kita Tingkatkan Profesionalisme Prajurit yang Kaya Kompetensi Serta Berkarakter Sebagai Prajurit Petarung yang Religius dan Humanis’ mempertontonkan unjuk kekuatan akan armada tempur yang dimilikinya.

Material tempur Korps Marinir yang terlibat dalam defile adalah 3 unit motor kawal, 2 unit kendaraan khusus, 2 unit mobil Rubicon, 3 unit mobil kawal, 16 unit mobil KIA, 1 unit mobil bengkel, 7 unit AMB, 1 unit Komunikasi Mobile, 9 unit kendaraan REO, 7 unit kendaraan LIAZ, 2 unit sub sceamer, 3 unit sea raider, 6 unit BVP-2, 3 unit RM 70 GRAD, 9 unit PT 76 M, 9 unit BMP 3 F, 4 unit UMG+HOW 105, 2 unit UMG+HOW 122, 6 unit LVT 7, 12 unit BTR 50 P(M), 6 unit KAPA K-61, 9 unit HINO serta 12 unit Ford Ranger.@aligarut