LENSAINDONESIA.COM : Terdakwa pembunuhan atas nama Miftalana terancam vonis hukuman penjara 18 tahun. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (6/12/2012), terdakwa tampak pasrah memasuki ruang sidang Tirta 1 Pengadilan Negeri Surabaya.

Sebelumnya, Mifta alias Bimbim didakwa menghabisi nyawa Ayu Cahyawati, di kampus Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pasal pembunuhan berencana dikenakan kepadanya.

Jaksa Anoek Ekawati mengatakan pria ini akan menghadapi sidang minggu depan dengan agenda pembacaan vonis. “Masih ditunda minggu depan. Terdakwa Miftalana ini melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana,” terangnya.

Sekedar diketahui, kasus bermula saat terdakwa sakit hati kepada Ayu lantaran menyebut ibunya sebagai pelacur. Pria asal Jl Manukan Lor Gg VI Surabaya, diduga kuat sengaja membunuh Ayu pada April 2012, pada tanggal 19 bulan Mei silam.

Mifta saat itu emosi ketika mendengar Ayu menyebut ibunya sebagai pelacur. Tak terima ibunya dianggap pelacur, lantas terdakwa muali merencanakan untuk menghabisi nyawa korban.

Terdakwa lalu berpura-pura mengajak Ayu makan di sebuah restoran cepat saji di Jl Adityawarman. Saat itu Ayu datang dengan Tania, temannya.

Sekitar pukul 23.00 WIB, acara selesai. Setelah lebih dulu mengantarkan Tania pulang di Jl Mayjend Sungkono, Mifta dan Ayu lalu meluncur ke daerah Unesa untuk pulang. Dalam perjalanan, Miftalana mengajak Ayu ke lapangan Unesa. Di tempat inilah korban dihabisi dengan cara dijerat lehenya hingga tewas. @dhimas