Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Kementerian Perdagangan Hitung Ulang Kebutuhan Impor Daging 

LENSAINDONESIA.COM: Kementerian Perdagangan berencana menghitung kembali kebutuhan impor daging nasional pada tahun depan yang sebelumnya sudah ditetapkan sebesar 85 ribu ton. Penghitungan kembali itu ternyata karena pemerintah belum memasukkan kebutuhan turis yang bertandang ke Indonesia dan juga sebagai upaya meredam tingginya harga.

“Indonesia membutuhkan sekitar 589.000 ton daging sapi tahun 2013. Tetapi yang bisa diadakan dari dalam negeri hanya 509.000 ton. Sisanya sekitar 80.000 ton rencananya akan diimpor dari Australia dan Selandia Baru.Sementara ada turis yang datang mencapai 8 juta orang di seluruh Indonesia. Khusus di Jakarta jumlah turis adalah 125 ribu sampai 130 ribu,” ujar Bachrul Chairi, Plt Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

Menurutnya, pemerintah masih menghitung secara pasti jumlah kebutuhan daging para turis. Patokan penghitungan salah satunya berdasarkan lembaga terkait seperti organisasi pangan dunia (FAO). Namun dipastikan kebutuhan daging para turis lebih besar dari konsumsi masyarakat Indonesia. Penghitungan penambahan daging bagi kebutuhan turis tersebut dikatakan berdasarkan masukan beberapa pihak. Namun akan dilihat kemungkinan kebutuhan bisa dipasok juga dari peternak lokal.

Perihal harga, hal itu terjadi sesuai mekanisme pasar. Jadi supply dan demand. Kalau supply cukup maka harganya stabil.Dimana kebutuhan naik, sementara pasokan berkurang maka harga dipastikan terkerek naik juga. Tahun ini harga daging dikatakan telah naik hingga 15% dibandingkan tahun lalu. “Sudah ada isu kenaikan 3 kali, isu harga ini yang akan kita potret sekarang,” pungkasnya. @hidayat

Baca Juga:  Momen Nataru 2020, Pelindo III bakal fasilitasi mudik gratis 20 ribu pemudik