LENSAINDONESIA.COM: Melonjaknya sejumlah kebutuhan pokok beberapa waktu terakhir membuat Pemkot Surabaya merasa perlu mengantisipasinya dengan kegiatan-kegiatan strategis. Salah satu bentuk intervensi Pemkot adalah dengan menggelar pasar murah di lima lokasi.

Rangkaian pasar murah dibuka Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Jl. Sidotopo II Kecamatan Semampir, Senin (10/12). Lokasi lain yang bakal disinggahi kegiatan serupa yakni Jl. Kapas Madya 2/54 Kecamatan Tambaksari (11 Desember), sepanjang Jl. Kedondong Kecamatan Tegalsari (12 Desember), Jl. Sidodadi 9/6 Kecamatan Simokerto (13 Desember), dan sepanjang Jl. Selangor Kecamatan Pabean Cantikan (14 Desember). Semuanya dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Menurut Kabag Perekonomian Pemkot Surabaya, Widodo Suryantoro, alasan dipilihnya lima wilayah tersebut lantaran berdasarkan hasil survey, di lima lokasi itu daya beli masyarakat terbilang rendah. Oleh karenanya perlu mendapat prioritas intervensi.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau,” terangnya.

Beberapa produk yang diperjualkan antara lain, beras, telur, gula, minyak goreng, dan daging sapi. Disamping, juga ada aneka produk UKM setempat yang turut meramaikan pasar murah. Berdasarkan pantauan di lokasi, beras premium dijual seharga Rp 7.300 per kg, telur seharga Rp 14.500 per kg, serta minyak goreng Rp 18.900 per kg. Sedangkan daging sapi dibanderol Rp 80.000 per kg.

“Yang pasti semua dibawah harga pasar lah. Ini supaya warga bisa memanfaatkannya,” sambung Widodo.

Walikota Surabaya dalam sambutannya mengatakan, memang ada beberapa kebutuhan pokok yang harganya meroket, yang paling hangat di ingatan adalah kenaikan harga daging sapi yang fantastis.

“Ya mudah-mudahan ini bisa meringankan beban masyarakat akan kebutuhannya,” ujar walikota yang akrab disapa Risma ini.

Sebagai bentuk penetrasi pasar, kata Risma, kegiatan semacam ini akan terus dievaluasi pelaksanaannya. Termasuk, jumlah pembeli dan jenis produk yang dibeli juga akan dipantau. Harapannya, untuk mengetahui perkembangan dinamika pasar di masyarakat.

“Juga supaya bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” ungkapnya.@iwan_christiono