Trending News

By using our website, you agree to the use of our cookies.    
EKONOMI & BISNIS

Gawat! Kuota Daging Impor Hampir Habis 

LENSAINDONESIA.COM: Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Pengolahan Daging, Haniwar Syarief, menyatakan, perlunya pemerintah mempercepat realisasi penghitungan ulang potensi volume kebutuhan daging segar lokal.

Menurutnya, sejumlah pengusaha pengolahan daging kini mulai meragukan ketersediaan pasokan bahan baku dari produksi dalam negeri yang diharapkan menopang permintaan pasar.

“Saat ini, suplai sangat tergantung dari produksi dalam negeri yang jumlahnya masih tanda tanya,” ungkapnya, Senin (10/12).

Menurut Haniwar, perhitungan ulang potensi produksi daging sapi lokal belakangan ini sangat menentukan pencapaian target program swasembada daging. Apalagi, sebutnya, pengusaha feedlot kini tak dapat lagi mengandalkan impor karena kuota sudah habis.

Pemerintah juga, ujarnya, perlu mencermati penyebaran sapi potong yang cenderung berbiaya tinggi. Disebutkan, populasi ternak khususnya sapi potong masih tersentralisasi di pulau Jawa, dengan tingkat distribusi mencapai 50,68 persen atau 7,5 juta ekor.

“Sentra produksi terbesar di Indonesia berada di Kabupaten Sumenep Jatim dengan populasi sekitar 296.000 ekor. Dinas Peternakan Jatim mencatat populasi ternak sapi potong terus meningkat dalam 3 tahun terakhir. Bahkan, target akhir tahun sempat dipatok hingga 5 juta ekor,” tandasnya.

Namun demikian, keputusan pemerintah Jatim yang belakangan melakukan pembatasan sementara terhadap pengeluaran sapi cukup mengejutkan. Alasannya, Jatim ingin menjaga keseimbangan suplai dan permintaan ternak, sekaligus mengedepankan pemenuhan konsumsi di provinsi tersebut.

“Kebijakan pembatasan pengiriman sapi ke luar provinsi Jatim tertuang pada SK Nomor 524.3/7306/115.02/2012 tentang Pembatasan Sementara Pengeluaran Sapi dari Jatim. SK itu resmi ditandatangani per 9 November lalu,” sebutnya.@Panjichuby_666

Baca Juga:  Keputusan Menag 982 tahun 2019 mengundang polemik, ini kata Ketua Harian Halal Institute