LENSAINDONESIA.COM: Sebuah jembatan di Desa Gedangan, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Tiumur putus akibat terseret arus. Jembatan sepanjang 400 meter yang menjadi penghubung antara Kecamatan Tegalombo dengan Tulakan tersebut ambrol hingga 30 meter.

Kepala Dinas PU setempat, Budiyanto mengatakan, putusnya jembatan murni karena faktor alam. “Jembatan gedangan sudah dua kali ini putus karena tidak kuat menahan derasnya air sungai Grindulu,” tuturnya.

Budi menambahkan, pihaknya telah memesan lagor (balok besi) guna perbaikan jembatan. “Beberapa alat baru kita pesan. Jadi tidak bisa serta merta langsung memperbaiki,” kilahnya.

Akibat putusnya jembatan, sebanyak dua dusun yakni dusun mujing dan dusun legok terisolir. Warga mengeluhkan lambatnya penanganan pemda setempat. “Akses perekonomian kita otomatis terhambat. Anak-anak pun terpaksa “meliburkan diri”, tutur salah seorang warga dusun mujing, Mujihat, selasa, (08/01/2013).

Roda perekonomian warga dusunnya terhambat karena lokasi fasilitas umum (fasum) berada di timur jembatan. Fasum tersebut meliputi pasar, bank dan sekolah.@rachma