LENSAINDONESIA.COM: Di tahun 2013 Indonesia kembali bakal kebanjiran grup musik asing yang akan datang menunjukkan kebolehannya lewat konser musiknya. Grup musik asing yang pertama yakni grup musik alternative asal Amerika Serikat, Weezer.

Beranggotakan River Cuomo (lead vokal, lead guitar), Patrick Wilson (drum, percussion, guitar), Brian Bell (rhythm guitar) dan Scott Shriner (bass) akan konser Selasa (8/1/2013) malam di Lapangan D Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta.

Dan, ternyata kedatangan di Indonesia adalah satu-satunya penampilan Weezer di Asia dalam lawatan tur dunia. “Pemberhentian pertama World Tour Weezer adalah Indonesia, untuk nantinya setelah itu akan ke Australia dan Amerika . Jadi pengemar di negara-Negara Asia yang ingin menyaksikan konser Weezer, kami persilahkan datang saja ke Indonesia, karena Indonesia satu‐satunya Negara di Asia untuk konser Weezer” ujar Shaane Harjani selaku Managing Director Marygops Studios.

Pertunjukan musik bertajuk “Weezer Live In Concert” ini dipersembahkan oleh AsiaAlive Blackrock Entertainment, Marygops Studios dan StarD Protainment.

“Penjualan Ticket Konser Weezer sampai saat ini berjalan terus, lancar dan animo dari fans di Indonesia sangat antusias menunggu Weezer yang akhirnya bisa datang ke Indonesiai“ tambah Krishna Radhitya dari Blackrock Entertainement.

Weezer sendiri telah menjadi salah satu band yang menentukan peta music alternative dan indie di industri musik dunia. Album pertama mereka “The Blue Album” yang direlease pada Bulan Mei 1994 berhasil mendapatkan kategori triple platinum di Amerika, dan double platinum di Canada, dan telah menjadi sebuah album yang hampir dimiliki oleh anak muda di jamannya.

Single “Undone – The Sweater Song” merupakan sebuah single terbaik sepanjang masa, video klip yang dibuat oleh Spike Jonez menjadi salah satu klip yang sangat sering diputar di MTV. Album ini berhasil meraih penghargaan empat MTV Video Music Award dan dua Billboard Music Video.

The Blue Album merupakan sebuah momentum fenomenal untuk debut pertama Weezer sebagai pemain baru di dunia bisnis musik. Album kedua “Pinkerton” direlease di tahun 1996, walaupun tidak mengikuti kesukseskan album sebelumnya, namun secara lambat laun album ini tetap mendapat tempat di hati para fans dan pada akhirnya mampu menduduki peringkat 48 dari 100 album terbaik di era 90-an versi Majalah Rolling Stones.

Setelah album kedua, Weezer memasuki masa rehat dan mulai mengalami beberapa pergantian personil, Matt Sharp (bassist) memutuskan untuk meninggalkan Weezer dan mulai berkonsentrasi dengan proyek lainnya, yaitu band The Rental, Mikey Welsh memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya.

Kondisi yang tidak ideal tersebut tidak membuat Weezer berhenti bermusik, band ini kemudian membuat proyek underground dengan menggunakan nama Goat Punishment dan bermain di beberapa pagelaran musik membawakan lagu-lagu Nirvana dan Oasis.

Weezer akhirnya kembali di hadapan publik setelah mengalami masa-masa transisi tersebut di tahun 2000 dan mulai membawa nama Weezer untuk bermain di beberapa pertunjukkan kecil. Nyawa “Weezer” benar‐benar kembali di tahun 2001 saat mereka bergabung untuk melakukan konser bersama di Vans Warped Tour.

Scott Shriner kemudian bergabung dengan Weezer untuk menggantikan posisi Mikey Walsh yang keberadaannya saat itu tidak diketahui.

“The Green Album” dirilis di tahun 2001, video klip dari single “Hash Pipe” dan “Island in the Sun” mendapatkan rotasi pemutaran yang sangat sering di MTV, album ini merupakan momen kembalinya Weezer di dunia musik setelah 3 tahun melewati masa-masa sulit.

Album keempat “Maladroit” di release di tahun 2002 dan mendapatkan sejumlah review positif dar para penggemar dan kritikus music dunia. DVD pertama Weezer diterima dengan baik oleh pasar musik dunia di tahun 2004 dan berhasil meraih kategori penjualan Gold.

“Make Believe” direlease di tahun 2005 dengan single “Beverly Hills”. Lewat album kelima ini, Weezer kembali mendapatkan respons yang sama seperti pada saat merilis album pertama mereka, single Beverly Hills menduduk peringkat pertama di tangga lagu Billboard Modern Rock Chart dan masuk sebagai nominasi Best Rock Song di ajang Grammy Awards.

Video klip dari single yang sama masuk sebagai nominasi MTV Best Rock Videos. Beverly Hills juga merupakan single kedua terlaris yang diunduh melalui iTunes di tahun 2005. Sekali lagi Weezer berhasil meraih angka penjualan yang dianugerahi dengan kategori Platinum.

“The Red Album” dirilis di tahun 2008, dan merupakan album yang dibuat dengan angka produksi tertinggi dan merupakan sebuah album eksperimen yang berhasil mengeksplorasi kapasitas bermusik Weezer ke dalam berbagai arransemen musik yang berbeda dan membawa Weezer ke tingkat standar yang lebih tinggi. Rivers Cuomo sangat berperan dalam proses pembuatan album ini. Single “Pork and Beans” bertengger di tangga lagu Billboard Modern Rock Tracks selama 11 minggu, dan single“Troublemaker” berhasil duduk di peringkat no 2.

Kedekatan Weezer dengan para fansnya bukanlah sebuah hal yang asing lagi, seperti album The Red yang memiliki berbagai elemen eksplorasi, hal yang sama dilakukan oleh Weezer dalam konsernya. Dalam “Hootenanny Tour” bersama Angles and Airwaves dan Tokyo Police Club yang diadakan di Jepang, Amerika Utara, Kanada, mereka menghimbau seluruh fansnya untuk membawa alat musik favorit mereka.

Element of surpise yang disuguhkan adalah membuat konser tersebut sebagai tribute untuk para fans, dengan mengajak seluruh fans memainkan alat musik mereka secara bersama-sama. Kegilaan yang menimbulkan kedekatan tersebut menjadikan konser tersebut sebagai konser yang monumental dan akan selalu dikenang.

“Raditude” merupakan album terlaris ketujuh dalam Billboard 200 Chart yang direlease di tahun 2009. Di tahun yang sama Weezer memisahkan diri dari Geffen Records dan bergabung dengan sebuah perusahaan rekaman music independen, Epitaph, dan kembali mengaktifkan dirinya di berbagai pertunjukkan musik.

Inovasi lain dilakukan Weezer di tahun 2010 saat album kedelapan mereka “Hurley” dirilis melalui YouTube dan mempromosikannya melalui banyak portal online yang sedang populer, strategi ini mereka namakan The YouTube Invasion. Di tahun yang sama sebuah kompilasi dari lagu-lagu yang pernah mereka buat namun belum pernah direlese sebelumnya, dikeluarkan melalui album”Death to False Metal”.

Walaupun di satu dekade terakhir Weezer merupakan band yang cukup produktif menelurkan album studio dan menjalankan konser mereka, namun masing-masing anggota Weezer cukup sukses untuk menggerakkan proyek solo mereka masing‐masing. Cuomo sukses berkarir sendiri, Brian Bell bergabung dalam band The Relationship dan Space Twins dan Patrick Wilson denganThe Special Goodness.

Weezer juga sempat mengisi beberapa soundtrack film seperti single “I’m a Believer” untuk film Shrek Forever After, dan “You Might Think” untuk film Cars 2. Salah satu single Weezer,“Represent” digunakan dalam ajang 2010 FIFA World Cup.

Weezer adalah satu band yang berhasil menjalin kedekatan personal dengan para fansnya di seluruh dunia, mereka juga mengijinkan dan selalu memberi kesempatan pertama untuk para fans agar menjadi pendengar pertama demo material mereka yang diunduh melalui website. Loyalitas para pecinta Weezer pun terus mengikuti semenjak karir pertama mereka lewat The Blue Album.

Kualitas konser dan penampilan mereka di atas panggung juga menjadi sebuah entitas tersendiri yang membuat ikatan antara Weezer dengan para fans semakin kuat. Dengan kehadiran Weezer di Indonesia, maka penantian selama 18 tahun akan segera terpuaskan. @Rudi