LENSAINDONESIA.COM: Pertarungan mantan bupati versus incumbent kembali mewarnai Pilkada Pamekasan. Lima tahun lalu, mantan Bupati Dwiatmo Hadiyanto bertarung melawan Bupati Ahmad Syafi’i dalam Pilkada 2008. Namun keduanya dikalahkan Khalilurrahman.

Kini, Pilkada 2013 juga diwarnai pertarungan mantan bupati Ahmad Syafi’i melawan Bupati Khalilurrahman.

Lima tahun lalu, Pilkada Pamekasan diikuti 3 paslon (pasangan calon), yakni mantan bupati Dwiatmo berpasangan dengan Supriyadi, Bupati Ahmad Syafi’i berpasangan dengan Sahibuddin dan Khalilurrahman menggandeng Wabup Kadarisman Sastrodiwirjo.

Hasilnya, Khalilurrahman menjadi pemenang pilkada dengan meraup 228.817 suara, Ahmad Syafi’i mendulang 170.080 suara dan Dwiatmo hanya mengantongi 62.736 suara.

Kini, Pilkada Pamekasan akan menyuguhkan duel maut antara Bupati Khalilurrahman yang berpasangan dengan Masduqi versus mantan Bupati Ahmad Syafi’i yang menggandeng Ketua DPRD Pamekasan, Khalil Asy’ari.

Duel maut itu terjadi, lantaran pasangan Al Anwari-Holil hanyalah menjadi calon bayangan.

Indikasi calon bayangan itu diperkuat oleh sikap Anwari yang justru terang-terangan mendukung Khalilurrahman saat berkampanye.

Kuatnya dugaan calon bayangan makin mengkerucut saat penetapan bakal calon menjadi calon pada 9 November 2012, KPU Pamekasan sempat mencoret pasangan Ahmad Syafi’i – Khalil Asyari. Artinya, pilkada bisa tetap berlangsung karena ada dua pasangan calon yang berlaga.

Beruntung DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) akhirnya memecat 5 anggota KPU Pamekasan dan mengembalikan hak pasangan Ahmad Syafi’i-Khalil Asy’ari menjadi paslon bernomor urut 3.

“Syukurlah kandidat kami akhirnya berhasil masuk dalam bursa Pilkada Pamekasan,” kata Khairul Kalam, saat mengomentari putusan DKPP.

Khairul Kalam optimistis jagonya bakal mendulang suara lebih banyak dari dua paslon lainnya. Sebab, paslon Ahmad Syafi’i-Khalil Asy’ari mendapat dukungan kuat dari masyarakat perkotaan dan masyarakat intelektual yang tersebar di Kekuatan Achmad Syafii diperkirakan terbesar berasal dari Kecamatan Kota Pamekasan, Pademawu, Galis, Larangan, Kecamatan Waru dan Pasean.

Itu artinya, paslon Khalilurrahman-Masduqi masih kuat untuk wilayah Kecamatan Batumarmar, Pegantenan, Proppo, Palengaan, Kadur, Pakong dan Kecamatan Tlanakan.

Yang menarik dalam Pilkada Pamekasan ini, sebagian besar warga pendukung tidak melihat parpol pengusung calon bupati. Warga hanya melihat figur. Terbukti, banyak warga yang hadir dalam kampanye, justru tidak banyak mengetahui parpol-parpol pengusung tokoh idolanya tersebut.

Pada saat mendaftar di KPU Pamekasan, pasangan Khalilurrahman – Masduqi diusung oleh PKB, PBB, Partai Golkar, Gerindra, PBR, dan PDIP. Sedangkan pasangan Ahmad Syafi’i-Khalil Asy’ari diusung oleh partai Demokrat, PPP, PAN, dan PKS. Untuk pasangan Al Anwari – Holil diusung koalisi parpol non parlemen setara 73 ribu suara.

Lantas siapakah pemenang Pilkada Pamekasan. Jawabannya masih harus menunggu proses perhitungan suara dan rekapitulasi oleh KPU Pamekasan. Setidaknya baru diketahui sepekan setelah pilkada.

“Tapi bagi keluarga kami, siapapun pemenang pilkada yang terpenting Pamekasan tetap aman dan tidak ada bentrok antara pendukung calon,” harap Buhori Muslim, warga Jalan Veteran Pamekasan.@arief