LENSAINDONESIA.COM: Hujan deras yang turun secara terus menerus mengakibatkan sebuah ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kasihan 2, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Tumur longsor.

Kepala sekolah SDN Kasihan 2, Susianto mengatakan, ruang kelas yang longsor tersebut merupakan bangunan baru yang rampung dikerjakan beberapa minggu lalu.

“Ruang kelas ini bangunan baru yang akan kami peruntukkan bagi KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) siswa kelas 2,” katanya saat ditemui LI.COM di lokasi, Selasa (08/01/2012).

Susianto menambahkan, bangunan tersebut sama sekali belum pernah ditempati. “Kunci ruang kelas itu saja belum diserahkan ke kita,” imbuhnya.

Kondisi ruang kelas baru tampak memprihatinkan. Keramik retak dan ambrol. Material batu bata, semen dan puing-puing bangunan longsor ke bawah. Beruntung, material tersebut tidak sampai mengenai rumah yang ada di bawah sekolahan.

Bahkan, tembok di ruang kelas pun retak dan menyisakan jebol (berlobang). “Rekahan tembok bisa dimasuki dua anak sekaligus,” jelasnya sembari menunjuk retakan ruang tersebut.

Hal serupa juga terjadi di bagian atap. Plafon merembes bocor ke mana-mana. Sedangkan beberapa genting telah tercerabut lepas dari tempatnya.

Tania Dwiani, siswi kelas 2 mengaku takut jika terjadi longsor susulan. “Belajar jadi tidak tenang. Takut longsor lagi,” selorohnya.

Dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kepala Dinas Pendidikan setempat, Sugeng Basuki mengatakan pihak rekanan yang membuat ruang kelas telah siap untuk melakukan perbaikan.”Kerusakan ini murni karena bencana alam. Semenatara kegiatan belajar mengajar untuk kelas dua tetap di ruang kelas lama,” katanya.,” tuturnya.

Menurut Sugeng, untuk sementara belum bisa direlokasi ke ruang kelas yang baru karena tempatnya longsor. Pihak rekanan akan segera membongkar ruang kelas yang longsor untuk kemudian membangun ruang kelas baru namun tempatnya dipindah di dekat tempat parkir sepeda. “Dilokasi parkir sepeda dinilai lebih aman dan jauh dari ancaman tanah longsor,” pungkasnya.@rachma