LENSAINDONESIA.COM: Kriminalisasi kembali dilakukan kepada gerakan mahasiswa. Lima mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam) yang ditahan di Rutan Jambe dipaksa mempersiapkan proses sidang pokok perkara di Pengadilan Negeri Tangerang tanpa didampingi pengacara, hari ini, Selasa (8/1/2013).

Demikian disampaikan kuasa hukum mahasiswa, Hendra Supriatna dalam keterangan pers yang diterima LICOM.

“Hukum kita kembali diciderai. Lima mahasiswa Unpam kembali dirampas hak hukumnya, yaitu tidak didampingi kuasa hukum ketika dibawa ke Pengadilan Negeri Tanggerang untuk mengikuti sidang pokok perkara yang telah dituduhkan polisi kepada mereka, dalam Peristiwa Unpam, 18 Oktober tahun lalu,” kata Hendra.

Mahasiswa, sambung Hendra, juga sama sekali tidak diberitahukan akan sidang pokok perkara. Padahal, seharusnya, dalam proses ini, jaksa memberitahukan tiga hari sebelum sidang.

Kriminalisasi pun berlanjut pasca persidangan, siang tadi. Setelah Majelis Hakim menunda sidang, secara arogan Brimob yang berada di ruangan sidang menendangkan kakinya ke meja serta memperlihatkan senjata api. @ari