LENSAINDONESIA.COM: Jembatan Kali Cikumbang yang terletak di Kelurahan Ciputih, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ambruk akibat diterjang arus deras, Minggu(13/1/2013). Akibat ambruknya jembatan itu, tiga desa di Kecamatan Salem terisolir.

Ambruknya jembatan Kali Cikumbang yang menghubungkan jalan Propinsi Kabupaten Brebes, Cilacap dan Purwokerto diduga diakibatkan kroposnya pondasi bawah jembatan sehingga tak mampu menahan derasnya air yang mengalir.

Mudiyono, salah seorang tokoh masyarakat Desa Ciputih, mengatakan kepada LICOM, Senin (14/1/2013) siang, ambruknya jembatan selain diduga karena faktor keroposnya pondasi juga dikarenakan hujan deras yang mengguyur desa semalam suntuk sehingga menyebabkan air sungai meluap.

“Arus yang sangat deras menghantam bagian bawah jembatan hingga pondasi penahan jembatan jebol. Jembatan yang panjangnya 10 meter dengan lebar 4 meter ini akhirnya roboh pada Minggu pagi, sekitar pukul 06.00WIB. Beruntung musibah ini tidak merenggut korban jiwa,” ujarnya.

Mudiyono menambahkan, akibat terputusnya jembatan ini, aktivitas sekitar 560 KK atau 2.240 jiwa dari tiga desa terganggu. “Di Dusun Gandoang-Kelurahan Ciputih terdapat sekitar 200 KK, Dusun Sonday-Kelurahan Tangerang sekitar 110 KK dan Dusun Kandumanis- Ciputih sekitar 250 KK. Ketiga desa ini berada di kawasan perbukitan,” ungkapnya.

Senin pagi, warga bergotong royong membuat jembatan darurat secara swadaya di lokasi kejadian. Agar mobilitas ribuan warga desa sedikit terbantu. Warga mengumpulkan uang sebanyak Rp 600 ribu. Uang digunakan untuk membeli bambu wulung, balok dan material lainnya untuk membuat jembatan darurat. Hanya butuh waktu satu hari, jembatan darurat dengan lebar 120 sentimeter sudah terpasang.

Koko, salah satu warga setempat menambahkan, jembatan darurat hanya bisa dilintasi sepeda motor. Untuk melintasnya pun harus bergilir, satu per satu. Sedangkan kendaraan roda empat untuk sementara tidak bisa melintas. Padahal, di tiga dusun yang terisolir ini terdapat dua sekolah. Masing-masing SDN 01 Gandoang dan SMP 6 Satu Atap.

“Kami berharap Pemkab Brebes segera bertindak cepat. Agar aktivitas ribuan warga di tiga dusun ini tidak terisolir terus menerus. Jembatan darurat yang dibangun warga juga tidak mampu bertahan lama,” pungkasnya

Terkait hal itu, Bupati Brebes, Idza Priyanti, langsung meninjau lokasi jembatan ambruk tersebut. Selanjutnya ia berjanji akan memperbaiki jembatan tersebut secepat mungkin. Namun ia akan koordinasi dengan unit dan Dinas terkait, seperti lurah dan camat setempat serta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes.

“Kami sangat prihatin karena ambruknya jembatan membuat tiga desa terisolir. Warga diharapkan sabar sejenak karena kami pasti akan memperbaiki jembatan ini secepatnya,” ujar Idza.

Pantauan LICOM di lokasi kejadian, bangkai jembatan saat ini masih dibiarkan teronggok di dasar kali Cikumbang. Sedangkan jembatan darurat dibangun di sisi barat jembatan lama yang ambruk. Namun ukuran jembatan sangat kecil, hanya selebar 120 centimeter. Sehingga sepeda motor yang melintas harus bergiliran. Di sisi selatan jembatan, nampak masih menumpuk bambu wulung dan kayu balok. seluruh kayu tersebut akan digunakan untuk membangun jembatan darurat. @boy