LENSAINDONESIA.COM: Hampir 90 persen peserta seminar tujuh jam yang dihelat Kadin Institute Sabtu (12/1/2013) lalu, menyatakan untuk berupaya menjadi wirausahawan.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 50 mahasiswa dari perguruan tinggi negeri (PTN) dan PTS se-Jawa Timur menyatakan tidak ingin menjadi sampah masyarakat di negeri ini. “Mereka malu jadi pengangguran dan membulatkan niat untuk menjadi pengusaha sebelum lulus kuliah,” Direktur Eksekutif Kadin Institute Abdul Muis dalam siaran persnya, Senin (12/1/2013).

Disebutkan Gebyar Seminar Tujuh Jam bertajuk Mahasiswa Menjadi Entrepreneur tersebut dari 57 peserta seminar, 40 diantaranya siap membuat proposal untuk mengawali berwirausaha.

“Tiga puluh mahasiswa ingin dimentori Pak Nafik. Sepuluh mahasiswa lainnya ingin bermitra dengan Mas Tririan, yang sukses membuka usaha jamur olahan itu. Keduanya menjadi motivator dalam seminar kami,” sambung Abdul Muis.

Disebutkan, M. Nafik merupakan wartawan senior Jawa Pos, yang kini banting setir menekuni bidang usaha media konsultan ini, menyebut para mahasiswa itu, diminta untuk membuat proposal kepada Nafik dan Tririan. “Mereka kami beri waktu mengirim proposalnya mulai hari Rabu. Sekaligus mengambil sertifikatnya,” jelas Nafik yang juga sebagai Direktur Program Kadin Institute ini.

Untuk menjadi wirausahawan, peserta harus membiasakan diri disiplin dan komitmen. Sementara Nafik pun menyatakan keberaniannya mensupport calon wirausahawan dengan modal awal masing-masing Rp 5 juta. “Saya akan melihat proposal mereka, sampai sejauh mana keseriusannya,” tegas pengusaha properti dan perkebunan ini. @Panjichuby_666